Manna, Bengkulu Selatan; Untuk mengantisipasi penyakit masyarakat (pekat) terus dilakukan Mapolsek Kedurang. Hal ini dibuktikan dengan diamankannya 10 liter tuak dan 7 botol miras dari razia ke warung manisan yang dicurigai menjual miras dan tuak.

“Sebanyak 10 liter tuak dan 7 botol miras berhasil kami sita dan semuanya telah kami limpahkan ke Mapolres Bengkulu Selatan,”ujar Kapolres Bengkulu Selatan AKBP Ordiva, S.IK melalui Kapolsek Kedurang Ipda Anandia Marco Diaz.

Dikatakan Kapolsek, razia ke warung-warung tersebut digelar pada hari Rabu (23/11) sekira pada pukul 17.00 WIB hingga selesai. Dari hasil razia tersebut, 10 liter tuak ditemukan di rumah kosong di Desa Durian Sebatang, Kedurang. Tuak tersebut disimpan dalam 2 jerigen dengan muatan masing-masing 5 liter. Di dekat derigen itu, ada 5 jerigen lagi muatan 25 liter. Akan tetapi ke-5 derigen ini sudah kosong dan diduga tuaknya sudah habis terjual. Lalu 7 botol miras ditemukan di rumah salah satu pemilik warung manisan di Desa Padang Bindu, Kedurang Ilir.

“Ketika kami geledah warungnya, kami tidak menemukan miras, namun saat kami masuk ke dalam rumah, kami temukan 7 botol miras jenis Mantion di dapur atau rumah bagian belakang,” papar Marco.

Selain itu, lanjut Marco, pihaknya juga berhasil menemukan dua kotak obat batuk cair jenis komix di salah satu warung warga di Desa Lawang Agung, Kedurang. Kemudian semua temuan itu langsung disita dan pemiliknya diberikan pembinaan. Dengan adanya temuan tersebut, Marco meminta para pemilik warung atau toko tidak lagi menjual miras, tuak dan obat batuk tersebut. Sebab ketiga jenis minuman itu memabukan dan bisa menjadi penyebab tindakan kriminalitas.

“Dengan adanya razia ini, semoga kedepan tidak ada lagi warga yang menjual miras, tuak ataupun obat batuk cair tersebut, sebab ketiga jenis minuman ini memabukan dan bisa menjadi pemicu kriminalitas,” harap Marco.(SAR)