Manna, Bengkulu Selatan; Usaha Pemda Bengkulu Selatan untuk mengatasi permasalahan bencana abrasi yang melanda Desa Darat Sawah Kecamatan Seginim sudah cukup memadai, walaupun banyak menuai pro dan kontra di kalangan masyarakat terhadap kebijakan pemda menunjuk PT.PKA untuk melakukan pengerukan alur sungai air nipis (normalisasi).

Untuk menindak lanjuti gejolak beberapa orang masyarakat yang memandang normalisasi sebagai wadah galian C yang terselubung, Bupati Bengkulu H. Dirwan Mahmud, SH memberikan perintah lisan kepada Camat seginim Sairi, S.Sos pada tanggal 10 September 2016 untuk segera mengundang warga seginim serta kepala Desa yang terkena dampak normalisasi.
Melalui surat nomor 005/261/CS/2016 tertanggal 13 September 2016, Camat seginim mengundang puluhan warga  untuk hadir diruang rapat Bupati guna membahas pengendalian abrasi air nipis.
Salah seorang warga seginim Doni (30) yang mendapat undangan tersebut mengatakan bahwa dampak dari normalisasi alur sungai air nipis saat ini di rasakan oleh warga Desa Pasar Baru Kecamatan Seginim. Alur sungai air nipis yang semula jauh dari pemukiman warga, saat ini sungai tersebut hanya berjarak 30 meteran dari pemukiman warga Desa Pasar Baru.
“Sejak adanya normalisasi ini, warga Desa Pasar Baru yang terkena dampaknya, soalnya sungai air nipis yang semula berjarak cukup jauh dengan pemukiman, kini hanya tinggal 30 meteran saja,” kata Doni.
Dijelaskan Doni, alur sungai air nipis yang mengarah ke pemukiman warga di hilir lokasi normalisasi ini disebabkan belum adanya pengarah alur sungai atau grip yang dipasang oleh pihak PT.PKA. Sementara untuk tanggul, cesdam dan grip itu merupakan ketentuan tekhnis yang harus di kerjakan untuk mengantisipasi terjadinyabpenggerusan pada alur sungai air nipis.
Pantauan dipemda, tempat rapat yang di rencanakan di ruangan rapat Bupati di alihkan keruang kerja Bupati, sehingga awak media tidak dapat meliput jalannya rapat tersebut. Hanya saja diketahui setiap orang yang masuk keruang kerja Bupati harus melalui pemeriksaan sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) terhadap tamu yang akan masuk. Semua barang yang dibawa seperti tas, handphone dan alat pemotret dan recording dilarang untuk dibawa masuk, hanya pulpen dan buku saja yang di perbolehkan.
Disisi lain, sekedar untuk mengingatkan beberapa hari yang lalu pihak PT.PKA merilis melalui media cetak dan elektronik yang disampaikan oleh direktur PT.PKA bahwa saat ini untuk cesdam, tanggul dan grip pengarah alur sungai dalam tahap pengerjaan.(SAR)