• Radio Nikoya 106 FM, Banda Aceh,
    Sat Polairud Polres Sabang mengamankan satu unit kapal asal Myanmar yang terdampar di perairan teluk Sabang pada Minggu, 22 Januari 2017 lalu.

Kapal yang berbendera Malaysia itu diketahui membawa kayu ilegal asal Myanmar dengan tujuan Malaysia.

Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol Goenawan mengatakan, kapal yang bernama MV Than Than Lwin 5 dilihat oleh Polairud Polres Sabang saat melakukan patroli laut pada Minggu malam 22 Januari 2017 pukul 19:30 WIB. Dalam patroli rutin Polairud menemukan kapal itu terdampar di teluk Sabang karena mengalami kebocoran di lunas haluan kapal.

Akhirnya Sat Polairud mengintruksikan kepada nahkoda kapal untuk merapat ke Dermaga TPI Pasiran, Sabang, karena ditakutkan akan tenggelam.

Pada pukul 20:00 WIB kapal sudah merapat ke dermaga. Sesampainya di dermaga, Polres sabang dan TNI AL langsung melakukan pemeriksaan terhadap ABK dan isi kapal, dalam pemeriksaan ditemukan 830 balok kayu tanpa dokumen. Hingga saat ini kepolisian masih melakukan penyelidikan asal balok illegal tersebut.

Kombes Pol Goenawan mengatakan, Kayunya ini masih diselidiki, apakah dari Indonesia atau mereka hanya lewat saja, dokumen masih diperiksa, yang jelas mereka melanggar teritorial karena sudah melewati perbatasan tanpa izin.

Polres Sabang kini juga mengamankan kapal beserta nahkoda dan tujuh anak buah kapal (ABK), antara lain, Zau min (Nahkoda), Aung Myo Tun Tum Oo, Thu Thu hyaw soe, Lhal Nay Lin, Chal Thin, Saw Lhaer kyaw, Tun Lin Aung, semuanya merupakan warga negara Myanmar. Penahanan tersebut dilakukan untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Kombes Pol Goenawan mengatakan, Kapalnya masih ditahan di pelabuhan sabang, karena membawa kayu illegal, dokumennya masih kita selidiki juga.

Artha Fm Dari Indonesia Dalam Berita (IDB)