Bengkulu Selatan, Bengkulu; Seorang laki-laki tanpa identitas yang mengaku berasal dari Pulau Bali digerebek warga di salah satu hotel di wilayah hukum Polres Bengkulu Selatan (BS). Saat digerebek warga di kamar hotel, laki-laki yang mengaku dukun ini diketahui sudah mempunyai istri dan satu orang anak, sang dukun sedang mengobati pasiennya yakni seorang perempuan warga Bengkulu Selatan yang masih duduk dibangku  SMP.
Data terhimpun, sebelumnya laki-laki yang belum diketahui nama jelasnya ini sudah lama berkenalan dengan keluarga korban dalam hubungan bisnis. Entah apa yang merasuki keluarga korban, sehingga kedua orang tua korban, setiap pembicaraan yang disampaikan pelaku kepada mereka selalu ikut dan percaya begitu saja layaknya orang yang terkena hipnotis.
“Sebenarnya kami sudah lama curiga dengan tingkah laku orang yang mengaku dukun itu. Namun Paman dan Bunda saya ini (bapak dan ibu korban-red) tetap saja percaya, padahal sudah kami sarankan agar menjauhi orang yang mengaku dukun itu,” kata Fijar salah seorang keluarga korban.
Lebih lanjut Fijar mengatakan, selain mengaku bisa mengobati seluruh penyakit, orang itu juga mengaku ulama yang paham agama islam. Saat di bawa ke Polres dan disuruh kasat Reskrim membaca Al-qur’an sang dukun ini tidak bisa. Begitupun waktu bulan puasa kemarin, paman dan bunda saya itu dilarang sholat dan dilarangnya untuk berpuasa. Dan anehnya mengapa saat melakukan pengobatan harus dikamar Hotel.
“Menurut dukun korban mengidap penyakit bubui bulan dan penyakitnya harus diangkat, kalau tidak diobati penyakitnya akan selalu membesar didalam perut korban. Anehnya juga, pengobatan itu melalui alat kelamin korban,” tuturnya.
Selain itu kata Fijar, pelaku juga mengatakan kepada pihak keluarga korban, pelaku akan mengambil harta karun yakni sebilah pedang samurai yang ada di Bali melalui media korban. Pelaku juga membujuk orang tua korban agar menyerahkan dua orang anak gadisnya untuk di nikahinya dalam kurun waktu 4 tahun kedepan, ujarnya.
Dengan cara pengobatan yang tidak masuk akal sama sekali, semua pihak keluarga korban sudah tidak percaya. Untuk menyelamatkan korban, sehingga kemarin Senin, (18/7) sekitar pukul 16.30 WIB pihak keluarga mengambil sikap untuk menggerebek mereka di salah satu kamar hotel.
“Saat kami gerebek, pintu kamar dalam keadaan tertutup. Setelah pintu dibuka, pelaku duduk diatas ranjang, sementara korban jilbabnya sudah dilepas. Ketika ditanya identitas, pelaku tidak dapat menunjukan identitasnya, hanya saja pelaku mengaku tinggal di rumah kontrakan di Jalan Sersan M. Taha,” beber Fijar.
Didalam kamar hotel itu juga terlihat sajadah yang terbentang dilantai. Sementara Ibu korban menunggu diluar kamar, bapaknya tidak berada ditempat. Padahal bapak korbanlah yang memesan dan membayar kamar hotel itu, kata Iwan, salah sorang warga yang ikut dalam penggerebekan tersebut.
Saat ini kasus tersebut sedang ditangani pihak penyidik Reskrim Polres Bengkulu Selatan.  “Ya memang benar adanya penggerebekan di salah satu kamar hotel kemarin oleh warga. Sebelumnya kami di beri tahu warga, setelah sampai di TKP, pelaku langsung diserahkan kepada petugas kami. Saat ini pelaku masih kami periksa, sementara korban diminta untuk melakukan visum, namun hasilnya belum bisa kita sampaikan,” kata Kalpores BS AKBP Napitupulu Yogi Yusuf, SH.SIK melalui Kasat Reskrim Iptu Rizqi Akbar.(red)

incoming search terms:

  • dukul cabun
  • film dukun cabul
  • poster film dukun cabul