Manna, Bengkulu Selatan; Akibat sikap temprament dan emosional lebih dikedepankan, Kepala Desa (Kades) Darat Sawah Ulu Hardani, harus menahan rasa dingin dibalik jeruji sel tahanan Rutan Kelas II B Manna Bengkulu Selatan.

Oknum Kades Hardani ditahan akibat perbuatannya yang menampar salah soerang warganya yakni April Nadi (35) pada tanggal 9 Mei lalu.

Karena dalam kasus ini pihak korban tidak mau diajak damai sehingga Polsek Seginim terpaksa melanjutkan proses hukum hingga berkas penyidikan perkara rampung.
Kapolres Bengkulu Selatan AKBP Ordiva, S.IK melalui Kapolsek Seginim AKP Tabhroni mengatakan bahwa berkas perkara oknum Kades Darat Sawah ulu Sudah diserahkan dan dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Bengkulu Selatan, dengan katalain sudah P21.

“Saat ini Oknum kades yang sudah kami tetapkan sebagai tersangka dan berkasnya Jumat (7/10) kemarin sudah diserahkan dan dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Manna.Tersangka dijerat pasal 351 ayat 1 KUHP dengan ancaman hukuman kurungan badan selama dua tahun delapan bulan, karena menganiaya warganya.” kata Kapolsek Seginim, AKP Thabroni.

Dijelaskan Tabhroni, Dari keterangan korban kepada penyidik, korban ditampar oleh Hardani pada bagian wajahnya.

“Sudah kita lakukan mediasi upaya damai antara korban dan tersangka, namun pihak keluarga korban sepertinya berat untuk berdamai. Sehingga akhirnya proses dilanjutkan,” beber Kapolsek.

Kepala Kejaksaan Negeri Bengkulu Selatan Rohaytie, SH, MH melalui JPU Kejaksaan Negeri Manna, Tomi Purnama SH membenarkan telah menerima berkas tersangka (oknum kades) Darat Sawah Ulu Seginim. Untuk kepentingan pemeriksaan dan antisipasi hal yang tidak diinginkan, pihak Kejaksaan Negeri manna melakukan penahanan terhadap Hardani.

“Saat ini tersangka sudah di tahan, dan kami dititipkan di Rutan Jalan Duayu,” tutup Tomi.(SAR)