Manna, Bengkulu; Miris, menjelang bulan puasa sebagian remaja di Bengkulu Selatan bukannya berperilaku baik. Justru melakukan perbuatan dilarang agama, mabuk lem dam tuak. Perbuatan tak terpuji ini dilakukan 7 pemuda warga Manna dan rekan-rekannya pada pukul 00.15 WIB dinihari pada Minggu (5/6). Ketujuh pemuda itupun terjaring saat polisi melaksanakan Operasi Pekat Nala pada malam itu juga.
“Hasil operasi pekat, ada 3 remaja sedang pesta lem dan 4 sedang pesta tuak berhasil kami ciduk,” ujar Kapolres BS AKBP Napitupulu Yogi Yusuf SH SIK melalui Kasat Shabara Iptu Subrozie.
Menurut Subrozie, saat razia itu anggota Polres mulai menyusuri jalanan di dalam Kota Manna. Kemudian saat anggotanya sedang melintas di Pasar Ampera, ada sekelompok remaja,setelah didekati, para remaja ini langsung kabur sehingga hanya tiga pemuda yang berhasil dibekuk. Tiga remaja yang diamankan itu, antara lain, Ip (17), Yu (18) dan Ri (18). Mereka warga Kota Manna. Dari mulut ke-3 remaja yang berhasil ditangkap mengeluarkan bau aibon. Di lokasi mereka berkumpul ditemukan ada botol lem aibon.
Ditambahkan Subrozie, setelah berhasil mengamankan tiga remaja pesta lem aibon, polisi melanjutkan patroli ke arah bendungan Rukis. Di bendungan tebat rukis ini, sekitar pukul 01.15 WIB ditemukan ada 4 pemuda sedang minum tuak. Ke-4 pemuda itu antara lain, No (16), Ah (19), Do (17) dan Ka (17), juga warga Kota Manna.
“Keempat remaja yang kami tangkap di bendungan tebat Rukis sedang mabuk tuak. Bahkan kondisi mereka sudah sempoyongan,” imbuh Subrozie.
Setelah ditangkap, sambung Subzorie, ketujuh remaja tersebut langsung dibawa ke Mapolres BS.. Sebab mabuk, menjadi pemicu tindak kriminalitas.
“Mereka hanya kami berikan pembinaan dan kami serahkan pada orang tuanya masing-masing. Harapan kami ini menjadi perhatian para orangtua lebih memperhatikan anak-anaknya agar menjauhi minuman yang memabukan,” demikian Subrozie.(SAR)