Bengkulu Selatan, Bengkulu; Hari ini (24/8) pelaku Pencabulan dalam hal ini ber inisial Mi, umur (30), pekerjaan tani, warga Desa Karang Agung Kecamatan Kedurang terkait LP/ 177-B/VI/2016/SPK tangal 30 Juni 2016 diserahkan ke Kejaksaan Negeri Bengkulu Selatan (kejari) P21 atau berkas dinyatakan lengkap. Hal ini sebagaimana yang diutarakan KBO Reskrim Iptu Rasi Ginting.

Untuk diketahui, penangkapan pelaku pada hari Senin (4/6) lalu, sekira pukul 19.30 WIB. Polsek Kedurang dibantu Satreskrim Polres BS mengamankan seorang laki2 yg diduga pelaku Pemerkosaan. Penangkapan bermula pelaku sebelumnya diamankan oleh warga di rumah Kades Betungan Kecamatan Kedurang karena terduga pelaku terlibat kejar-kejaran dengan keluarga pelapor menggunakan sepeda motor. Terduga sudah dicurigai keluarga pelapor sebagai pelaku karena yang bersangkutan memiliki nomor HP yang menghubungi pelapor pada saat kejadian.

Saat kejar-kejaran, saudara Mi (terduga pelaku) terjatuh dan berupaya melarikan diri, 30 meter dari tempat terjatuh, terduga pelaku berhasil diamankan warga dan diserahkan ke Kades Betungan Kecamatan Kedurang.

Selanjutnya terduga pelaku diamankan ke Polres BS. Proses berlanjut dan akhirnya pelaku ditetapkan tersangka. Untuk diketahui rincian kejadian pemerkosaan dalam hal ini pelapor berinisiasl AP (20), perempuan, swasta, alamat desa Pajar Bulan Kecamatan Kedurang Kabupaten Bengkulu Selatan (BS).

Sementara kejadian pada hari Rabu (29/7) sekira pukul 20.00 WIB. Kejadian Simpang Semen desa Batu Ampar Kecamatan Kedurang didalam pondokan kebun sawit. Terlapor dalam hal ini Mi dilaporkan pada hari Kamis (30/6) sekira pukul 01.00 WIB.

Mengingatkan kronologis kejadian pada hari Rabu (29/6) sekira pukul 20.00 WIB pelapor dihubungi oleh seorang laki-laki melalui HP mengaku bernama Rm (pacar pelapor) dan mengajak pelapor bertemu di depan SMP 8 Kedurang, setelah pelapor bertemu laki-laki tersebut di depan SMP 8 Kedurang, yang ditemui ternyata bukan saudara Rm melainkan seorang laki-laki yang mengaku sebagai pak cik atau paman Rm yang selanjutnya mengatakan bahwa saudara Rm menunggu di Ulu (ujung jalan) tepatnya dikebun kelapa sawit yang terletak disimpang semen desa Batu Ampar.

Kemudian pelapor dan laki-laki yg mengaku paman Rm tersebut bergeser ke simpang semen dengan menggunakan motor honda revo fit yg dibawa oleh laki2 yg mengaku paman Rm. Pelapor dibawa masuk ke dalam pondok untuk menunggu Raditya datang ke pondok tersebut. Pelapor ditinggal sendirian didalam pondok.

Selang 5 menit, tiba2 laki-laki yang mengaku sebagai paman Rm masuk ke dalam pondok dan langsung memeluk pelapor dari belakang, pelapor kaget dan memberontak sambil membalikkan badan, namun terlapor terus memaksa dan mengancam akan membunuh dengan menggunakan sajam berupa pisau sehingga pelapor ketakutan dan selanjutnya laki-laki tersebut melakukan hubungan layaknya suami istri dengan pelapor dan tidakan yang dilakukan memeriksa saksi dalam hal ini Lili Peptiana yang mengantar pelapor ke SMP 8, dan saksi Mili Murni yang mengetahui kejadian dari cerita pelapor. Dan melakukan penyitaan pakaian korban yg dikenakan pada saat kejadian dan HP yg digunakan untuk berhubungan dengan terlapor.(SAR)