Akibat Keputusan Bupati Bengkulu Selatan H Reskan Effendi, SE yang menutup kegiatan operasi pabrik Crude Palm Oil (CPO) PT Bengkulu Sawit Lestari (BLS) hingga saat ini Pabrik Pengolahan Kelapa Sawit tersebut masih belum beroperasi.

Alasan penutupan pabrik Crude Palm Oil (CPO) PT Bengkulu Sawit Lestari (BLS) ini dikarenakan Limbah yang banyak mengeluarkan minyak serta bau tidak sedap itu dibuang langsung ke sungai tanpa melalui proses tahapan pengelolaan di kolam limbah sebagaimana mestinya.

Saat ditemui masyarakat sekitar dan mengunjungi pabrik tersebut, keadaan pabrik tersebut sepi dari kegiatan pengolahan kelapa sawit.

Sementara Ade Saepuloh salah satu masyarakat yang ditemui di sekitar pabrik menyatakan kegiatan pabrik tersebut tengah berhenti beroperasi, “iya semenjak di hentikan oleh pak bupati, pabrik ini berhenti mengolah sawit”

ketika ditanya alasan diberhentikannya pabrik tersebut, Ade mengungkapkan bahwa masyarakat sekitar merasa terganggu oleh bau yang tidak sedap dan banyak ikan yang mati di sungai air sulau sebagai dampak pencemaran limbah pabrik.

Menurut keterangan beberapa pihak bahwa izin operasi dari pabrik ini ternyata masih belum mendapatkan izin secara resmi, menurut Manager PT BSL Bambang membenarkan perusahaan tersebut belum mengantongi izin. Ia juga mengaku siap menghentikan operasi kegiatan pabrik. Sampai dengan adanya izin operasi dan pengelolaan limbah yang sesuai ketentuan. ‘’Selama ini saya tahu kata bos itu izinnya ada. Tapi setelah ditanya benaran itu tidak ada. Pabrik ini baru sebulan operasi. Kapasitasnya 200 ton per hari atau 30 ton per jamnya. Pokoknya kami akan mematuhi aturan yang diminta oleh Bupati,’’

Heri Artha

LEAVE A REPLY