Pabrik PTPN VII di Duga mencemari Lingkungan

Seluma– Perkembangan perkebunan kelapa sawit di Indonesia mengalami mengingkatan yang sangat signifikan. Hal ini disebabkan tingginya permintaan atas Crude Palm Oil (CPO) sebagai sumber minyak nabati dan penyediaan untuk biofuel. Namun industri pengolahan kelapa sawit merupakan industri yang yang sarat dengan residu hasil pengolahan. Jika tidak dilakukan pengolahan secara secara baik dan profesional, maka limbah industri merupakan sebuah potensi bencana bagi manusia maupun lingkungan.

Akibat dari pencemaran limbah pabrik kelapa sawit yang ada di Kabupaten  Seluma , Sejumlah warga Desa Padang Batu kecamatan Ilir Talo, Seluma mengaku gatal-gatal akibat mandi di Sungai Talo yang dialiri pembuangan dari limbah pabrik PTPN VII Talo Pino. Salah seorang warga Desa Padang Batu, Zelman mengatakan Ia sekeluarga menjadi korban dari pencemaran dari Sungai Talo yang di aliri limbah pabrik PTPN VII Talo Pino. Zelman mengatakan pembuangan limbah pabrik sawit itu dilakukan pada saat-saat tertentu saja. “Saat waktu limbah sawit  sudah banyak maka aliran pembuangan ke sungai di buka nah pada saat itu banyak warga yang menggunakan air Sungai Talo akan terkena gatal-gatal” Buka itu saja ia mengatakan saat-saat tertentu banyak ikan di sungai itu yang mati akibat terkena dampak pembuangan limbah pabrik PTPN VII Talo Pino. “Apalagi pada saat musim kemarau seperti ini kebutuhan warga atas air Talo meningkat  sehingga jika terjadi pembuangan limbah pada musim kemarau ini akan banyak warga yang akan terserang  gatal-gatal” “bahkan jalur terasiring pembuangan limbahpun sudah diketahui dan banyak sekali tanaman semak yang mati disepanjang terasiring tersebut ujar Zelman.   ia meminta pihak perusahaan PTPN VII Talo Pino memperbaiki system pembuangan limbah Pabrik PTPN VII Talo Pino. “setidaknya limbah yang dibuang sudah tidak membuat gatal-gatal kulit warga yang mandi di Sungai Talo dan tidak mematika ikan-ikan yang ada, hal ini akan membuat sumber  pencarian akan bahan makanan warga jadi berkurang” ujarnya.

Sebelumnya Manager PTPN VII Talo Pino Juli Hananto mengatakan system pembuangan limbah pabrik kelapa sawit telah sesuai dengan amdal sehingga tidak ada lagi pencemaran terhadap lingkungan.  “Pabrik sawit milik pemerintah itu sudah memiliki system penetralisir limbah dengan adanya kolam-kolam limbah sebelum di buang ke sungai” ujarnya.

Untuk mengingat akan dampak seperti yang terjadi di Kab. Seluma maka harus ada penanganan akan hal ini, karena akibat dari limbah industri kelapa sawit mengakibatkan dampak ekologi berupa mencemari lingkungan karena akan mengurani biota dan mikroorganisme perairan dan dapat menyebabkan keracunan, produksi melepaskan gas metan (CH4) dan CO2 yang menaikkan emisi penyebab efek rumah kaca yang sangat berbahaya dan limbah gasnya meningkatnya kadar CO2 dan mengakibatkan polusi udara. Sedangkan produk indsutri kelapa sawit memberikan manfaat yang positif sebagai bahan bioenergi yang lebih ramah lingkungan karena diproduksi dari bahan organik dan dapat diperbaharui.

by (heri artha)

incoming search terms:

  • limbah kelapa sawit ptpn 7

LEAVE A REPLY