Salah satu contoh Paket Proyek Hotmix Yang Terkesan Asal-Asalan

Manna, Bengkulu Selatan; Menyikapi banyaknya pengerjaan proyek jalan Hotmix yang terkesan asal-asalan di Kabupaten Bengkulu Selatan, Ketua DPRD Bengkulu Selatan Yevri Sudianto mulai naik “fitam”. Menurut Yevri, untuk tahun anggaran 2018 ini, sebaiknya setiap paket proyek itu harus dikerjakan oleh perusahaan yang benar-benar professional di bidangnya.

“Laporan dari masyarakat sudah banyak yang masuk, bahkan sebagai wakil rakyat di parlemen, kami sudah melakukan cek kelapangan, dan ternyata memang banyak paket proyek jalan hotmix yang dikerjakan terkesan asal jadi, sehingga tidak menutup kemungkinan adanya kerugian Negara,”ujar Yevri diruang kerjanya ketika dijumpai sejumlah awak media kemarin siang (29/01).

Dikatakannya, mulai dari tahun 2015 hingga ke tahun 2017 yang lalu, hampir semua pekerjaan jalan hotmix ini bermasalah, hal ini terbukti dengan adanya temuan berdasarkan hasil audit dari BPK Provinsi Bengkulu untuk paket hotmix beberapa tahun yang lalu.

“Bila setiap kali adanya paket pekerjaan hotmix ini asal-asalan, ini tentu akan merugikan Daerah dan masyarakat. Terlebih lagi akan berdampak bagi Kabupaten Bengkulu Selatan untuk mendapatkan predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP),”terang Yevri.

Yevri Sudianto sangat menyayangkan paket Proyek Hotmix yang terkesan asal-asalan Tahun 2017 ini tetap saja dikerjakan oleh orang yang bermasalah pada tahun sebelumnya.

“Untuk tahun anggaran 2018 ini, khusus untuk pengerjaan paket jalan hotmix, panitia lelang harus lebih teliti lagi, terlebih lagi apabila kontraktor yang meminjam perusahaan orang lain,”tegas Yevri.

Artinya, selain orangnya yang profesional dalam pekerjaan tersebut, juga peralatan dan faktor pendukung lainnya harus siap dan harus betul-betul dimiliki oleh perusahaan pemenang lelang.

Bukan hanya itu, adanya laporan masyarakat dan hasil pantauannya dilapangan, pihak legislatif dalam hal ini secara kelembagaan akan merekomendasikan kepada BPKP untuk mengaudit seluruh pekerjaan jalan hotmix yang diduga asal-asalan tersebut.

“Saat ini kan masih dalam masa pemeliharaan oleh pihak rekanan, jadi kita tunggu hingga habis masa pemeliharaan tersebut dan hasil audit dari BPK ataupun BPKP nanti,”demikian Yevri. (SAR)