Manna, Bengkulu Selatan; Pekerjaan paket proyek Jalan Hotmix yang berlokasi di daerah Trans Mela’o Kecamatan Kota Manna terkesan seperti paket proyek Siluman, hal ini dibuktikan dengan tidak adanya tertera papan merk proyek yang semestinya sehingga dapat diketahui nilai dan volume paket tersebut.

Salah satu Lembaga Swadaya Masyarakat Bengkulu Selatan yang menjadi kontrol sosial pembangunan sangat menyayangkan pekerjaaan paket proyek yang menelan dana Milyaran Rupiah tidak disertai dengan papan merk yang semestinya terpasang di lokasi proyek.

“Dari investigasi kita , proyek ini siapa yang mengerjakan dan siapa pengawasnya, dari mana anggarannya dan berapa besaran dananya, sedangkan pekerjaan ini sudah berjalan dan baru sebatas bis,” tutur Oni Lufti, salah satu Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di Bengkulu Selatan pada Jumat (16/12).

Diduga paket proyek jalan hotmix “siluman” yang berlokasi didaerah jalan menuju Trans Mela’o Kecamatan Kota Manna

Dengan demikian, lanjut Oni, tentu hal ini memicu dugaan, bahwa pembangunan jalan tersebut merupakan pekerjaan sesuka hati yang disebut-sebut proyek siluman, sehingga informasi terkait pembangunan jalan yang tidak diketahui berapa jumlah anggaran, dan nama kontraktornya yang seharusnya menjadi hak publik untuk masyarakat.

Menurut Oni, hal tersebut juga pernah ditanyainya kepada dinas terkait, namun menurut mereka, papan proyek tersebut menjadi tanggung jawab kontraktor karena sudah dianggarkan di dalam RAB.

“Pernah kami tanyakan, kepada salah seorang pegawai Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bengkulu Selatan, ia menyatakan terkait papan merk proyek adalah tanggung jawab pelaksana pekerjaan,” jelas Oni.

Selanjutnya, terlihat dari bentuk pekerjaannya, proyek itu adalah proyek jalan dengan biaya yang besar. Sebab dari material pengerjaan jalan yang digunakan harus mengunakan alat berat untuk pelaksanaannya. Sayangnya, keberadaan plang proyek sebagai bahan infomasi masyarakat sama sekali tidak terlihat. Hal ini tentu sudah bertentangan dengan UU Nomor 14 tahun 2008 tentang informasi publik.

Ketika akan melakukan konfirmasi (17/12) terkait dugaan proyek siluman ini dengan pihak terkait dalam hal ini Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bengkulu Selatan Suhadi, ST tidak dapat ditemui karena sedang tidak berada di kantor. (SAR)