Manna, Bengkulu Selatan; Data terhimpun, Sekira pukul 11.00 WIB kemarin (19/01) hingga pukul 01.00 WIB dinihari tadi, RE  menjalani pemeriksaan di kantor BNNP (Badan Narkotika Nasional Provinsi) Bengkulu di Jl. Indragiri Kelurahan Padang Harapan Kota Bengkulu. Ikut pula diperiksa bersama RE, seorang perwira Polri, He, yang juga mantan anggota BNNP.

Dengan diperiksanya RE dan He, berarti sudah 6 orang yang sudah periksa oleh BNNP. Sebelumnya BNNP sudah mengamankan AM (Oknum Wartawan Mingguan di BS), Za (Anggota Polri dan Mantan Anggota BNNP), MA (Oknum LSM di BS), dan DF (Mantan Staf BNNP dan juga anak salah satu mantan pejabat BS Ah).

Bagaimana status RE? Hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan resmi dari Kepala BNNP, Kombes Pol Benny Setiawan, MH. Selain RE, masih ada dua orang mantan pejabat BS yang bakal diperiksa oleh BNNP yakni Ru dan Ah.

Sayangnya terkait pemeriksaan ini tak satupun pihak BNNP Bengkulu bersedia dikonfirmasi. Bahkan selain pemeriksaan dilakukan tertutup dari awak media, beberapa anggota BNNP terkesan bungkam dengan alasan apapun informasi terkait pemeriksaan merupakan wewenang dari Kepala BNNP Bengkulu.

Terpisah Bupati BS H. Dirwan Mahmud tadi malam langsung menggelar press conference kepada awak media di RM Tanjung Karang Jalan Sutoyo Kelurahan Tanah Patah Bengkulu. Kepada media Dirwan berharap BNNP Bengkulu bisa dengan cepat mengungkap kasus yang telah mencemarkan nama baiknya serta mengganggu stabilitas kehidupan masyarakat di BS.

“Informasi ini sementara ini baru saya dapatkan melalui media, saya sangat mengapresiasi kinerja BNNP Bengkulu , namun yang lebih penting itu, siapa dalang intelektual terkait dengan penemuan narkoba diruang kerja saya pada bulan Mei yang lalu,”ujar Dirwan.

Dilanjutkan Dirwan, Kasus ini memang harus segera terungkap agar menghindari fitnah dan curiga. Seluruh masyarakat Bengkulu Selatan yang ada di Manna, Kota Bengkulu dan Provinsi lain pun ingin segera kasus ini terungkap.(SAR)