Manna, Bengkulu Selatan; Tingkat kenakalan remaja di Bengkulu Selatan sudah masuk dalam tahap yang sangat mengkhawatirkan, pasalnya beberapa waktu lalu pelajar SD dan SMP yang terlibat dalam kasus Curanmor, kini giliran 2 orang pelajar SMP yang ditangkap aparat penegak hukum karena mencuri ratusan ekor ayam.

SF (14) dan ZS (14), keduanya telah mencuri ayam milik Yozi Eka Putra sebanyak 200 ekor. Bukan hanya itu, pakan ayam 1,5 kilogram dan senapan angin milik korban juga ikut diambil pelaku. Selain SF, dan ZS. Timsus Satreskrim Polres BS bergerak cepat, dua bandit ingusan itu berhasil ditangkap bersama otak aksi pencurian itu, Ap (21) warga Desa Tambangan.

Kapolres BS AKBP. Ordiva, S.IK melalui Kasatreskrim Iptu. Risqi Akbar disampaikan KBO Reskrim Iptu. Rasi Ginting, SH, mengatakan ketiga tersangka pencurian SF, ZS, Ap ditangkap Sabtu (22/10) di kediamannya. Masing-masing di Desa Tambangan. Awalnya, timsus yang dipimpin langsung oleh Kasat Reskrim mengamankan SF dan ZS.

Dari pengakuan keduanya, aksi tersebut berasal dari ide AP. Aksi tersebut sudah berlangsung lama sejak sekitar 5 bulan sebelum korban melapor ke polisi pada tanggal 17 Oktober lalu.

“Mereka mengambilnya sedikit-sedikit, sekali ambil ada 1 sak pakan dan 5 ekor ayam dibawa dengan motor. Perkiraan korban, ayam hilang ada sekitar 200 ekor, pakan ayam 1,5 kilogram, termasuk senapan angin,” beber Ginting.

Ketiga tersangka, sambung Ginting, biasa diajak bekerja oleh korban di kandang ayam usaha peggemukan ayam potong milik korban. Lantaran kerap membantu korban, sehingga cukup mengetahui dan mengenal TKP. Tersangka juga hapal jadwal kunjungan korban ke kandang, sehingga saat kandang dalam kondisi kosong mereka lalu beraksi.

“Ketika dalam pemeriksaan, Pelaku mengatakan, ayam itu ada yang mereka makan sendiri dan dijual. Sementara barang bukti seperti senapan angin sudah kita amankan. Hingga saat ini, tim penyidik masih melakukan pengembangan, apakah ada keterlibatan pelaku yang lain atau tidak,”terang R.Ginting.(SAR)