BENGKULU SELATAN – Adanya SK pembatalan dikeluarkan oleh Komisi Apartur Sipil Negara (KSN) tertanggal 13 juni 2016. Dimana bupati mengelar mutasi pada Ahmad Waif sebagai kadis dikpora dimutasi jadi guru SD 12 dilakukan bulan lalu, bupati BS, H. Dirwan Mahmud, SH ketika dihubungi mengaku belum menerima surat rekomendasi dari KSN terkait pembatalan Ahmat  Waif dicopot jadi kadispora.

Dijelaskan Dirwan, pencopotan Ahmat Waif berdasarkan anturan dan pertimbangan dan diakui dicopotnya Ahmat Waif sebagai kadispora dimutasi ke guru. Ini mengacu dengan UU dan itu dilakukan karena berdasarkan pertimbangan dukungan penyampaian masyarakat. Namun yang pastinya sampai saat ini SK pembantalan yang dikeluarkan oleh KSN. Sebagaimana yang diusulkan Ahmat Waif surat tersebut ada kami terima,’’kata Dirwan.

Sementara itu, Sekda BS, Rudi Zahrail, SE mengatakan terkait adanya pencopotan Ahmat Waif sebagai kadispora dipindah tugas ke guru ini dilakukan atas pertimbangan  dan kebijakan kebijakan bupati. Namun yang pastinya pembatalan SK dikeluarkan oleh KSN terkait usulan Waif itu ke KSN. Sampai saat ini belum kami terima surat tersebut. Namun yang pastinya kami sebagai tim dalam hal ini masuk dalam tim baperjakat mengharapkan sebelum dikeluarkannya pembatalan SK terkait Ahmat Waif jadi kadispora sebagaimana tuntutan Ahmat Waif. Sebagaimana bupati sudah lakukan mutasi. Seharunya KSN tidak boleh melakukan tindakan semena, jika itu benar terjadi. Dan harusnya sebelum keluarkan keputusan  seharunya menghubungi kami terlebih dahulu dan nantinya kami akan melakukan penjelasan. Mutasi yang dilakuan bupati menurut kami itu semuanya pasti atas pertimbangan,’’kata Rudi.

‘’Seharusnya sebelum SK pembatalan dikeluarkan oleh KSN. KSN seharusnya menghubungi kami terlebih dahulu dan tidak semena – mena mengeluarkan surat pembatalan SK. Karena memutuskan pembatalan itu ada keterlibatan baperjakat dan tidak bisa semena-mena,’’pungkas Sekda.(dc)