Manna, Bengkulu Selatan; Tingginya tingkat kenakalan remaja di Bengkulu Selatan yang saat ini sudah sangat mengkhawatirkan, hal ini dengan ditangkapnya remaja yang diduga dengan sengaja mengedarkan uang palsu (upal).

Data terhimpun, sekira pukul 20.00 wib, FU (16) warga Desa Pagar Dewa Kecamatan Kota Manna berbelanja warung Hartoni di jl.let.Sulik RT.02 Kelurahan Padang Kapuk Kecamatan Kota Manna dengan menggunakan uang palsu.

Akibatnya sang pemilik warung melalui salah seorang warga M.Sadikin yang berada di warung langsung menghubungi Polres Bengkulu Selatan, tidak berselang lama, anggota patroli tiba di lokasi dan berhasil mengamankan pelaku pengedar upal tersebut yang diketahui adalah salah seorang pelajar di Bengkulu Selatan berinisial FU.

“Karena curiga terhadap uang yang dibelanjakan oleh FU adalah Uang palsu, kami segera menghubungi polisi, dan FU dibawa kekantor polisi,”ujar M.Sadikin.

Dari keterangan Fu, ia mendapatkan uang palsu dari De (16), warga Jalan Kolonel Berlian Kecamatan Kota Manna, sehingga polisi juga mengamankan De.

“Dari keterangan Fu, uang itu didapat dari De. Sedangkan De mengakui uang itu sengaja dicetaknya sendiri,” ujar Kapolres BS, AKBP Ordiva SIK melalui Kasat Reskrim, Iptu Rizqi Akbar (13/11).

Upal tersebut dicetak De di rumahnya dengan menggunakan printer Cannon MP 287 di atas kertas HVS 70 gram. Usai diprint, masing-masing sisinya dipotong sesuai ukuran, kemudian ditempelkan menggunakan lem depan belakang, sehingga menyerupai uang asli.

Hebatnya De sudah mulai mencetak uang palsu sejak tahun 2015 lalu. Menariknya lagi, ia hanya mencetak upal tersebut seminggu sekali yakni setiap Sabtu. Uang yang dicetaknya hanya 2 lembar pecahan Rp 50 ribu dan 1 lembar pecahan Rp 100 ribu atau hanya Rp 200 ribu per minggu. Lalu uang tersebut diserahkan pada temannya untuk dibelanjakan hanya pada Sabtu malam.

“Usai belanja (dengan uang palsu), uang kembalian yang asli diserahkan kepada De. Oleh De, uang kembalian itu dibagi dua dengan temannya yang membelanjakan uang palsu tersebut,” ujar Rizki.

Dilanjutkan Kasat Reskrim, semua barang bukti berupa uang palsu dan alat cetak berupa printer sudah diamankan untuk penyelidikan. Dan berkemungkinan ada orang lain yang terlibat dalam peredaran upal tersebut.

“Kasus peredaran upal ini sedang diselidiki kemungkinan adanya keterlibatan orang lain selain kedua pelaku,” ujar Rizki.(SAR)