Perceraian Di Kabupaten Bengkulu-Selatan Semakin Meningkat

Adalah suatu hal yang sangat memprihatinkan, banyaknya terjadi kasus perceraian  yang disebabkan berbagai macam faktor, yang sebenarnya dapat diantisipasi.  Padahal dampaknya sangat mengkhawatirkan di masyarakat; secara individual maupun kelompok masyarakat. Bukankah sangat mungkin untuk mencari solusi permasalahan ini dalam penyelesaian kasus perceraian yang memiliki kompleksitas dan dapat menjadikan hal yang lebih baik.

Tingkat perceraian Di Kabupaten Bengkulu Selatan dari tahun ketahun cenderung makin meningkat.
Tahun lalu jumlah perceraian di Pengadilan Agama Kabupaten Bengkulu Selatan mencapai 400an kasus, sementara tahun 2010 jumlah tingkat perceraian sebanyak 300an kasus.

Faktor ekonomi masih menjadi penyebab paling dominan terjadinya perceraian pasutri di masyarakat, baru menyusul disharmoni yang memicu adanya perselingkuhan, menyusul kemudian KDRT (kekerasan dalam rumah tangga)

Saat ini, faktor ekonomi menjadi penyebab utama perceraian pasangan suami istri (Pasutri) di kabupaten Bengkulu Selatan. Selain faktor ekonomi, tidak ada tanggung jawab dari pasutri menjadi faktor perceraian lainya, artinya “Kebanyakan kasus perceraian yang di latarbelakangi dengan tidak adanya tanggung jawab dari pihak suami muncul dari kalangan menengah ke bawah karena faktor ekonomi yang semakin sulit ditengah perekonomian Negara saat ini” ungkapnya. hal ini disampaikan Khamala Hadisti Wakil Panitera Pengadilan Agama Bengkulu Selatan.

Dia menyebutkan beberapa point penting yang menjadi penyebab perceraian. Kebanyakan dari sebab-sebab itu, dapat diantisipasi dan ada solusinya. Namun, ada pula yang tidak memiliki alternatif lain, kecuali perceraian.

Khamala Hadisti mengatakan pada tahun ini saja hingga mei 2012 jumlah kasus perceraian yang diterima pengadilan Agama sudah mencapai 178 kasus.
Khamala Hadisti menambahkan penyebab perceraian terbesar yaitu faktor ekonomi, di mana pihak laki-laki tidak mampu memenuhi kebutuhan keluarga dan menyusul kasus perselingkuhan, hadis juga  menyebutkan beberapa point penting yang menjadi penyebab perceraian. Kebanyakan dari sebab-sebab itu, dapat diantisipasi dan ada solusinya. Namun, ada pula yang tidak memiliki alternatif lain, kecuali perceraian.
“Intinya itu sebenarnya tergantung kedua belah pihak. Faktor ekonomi harusnya bukan beban pihak lelaki saja. Contoh yang istri pegawai harusnya bisa memaklumi jika suami kerja serabutan.” Ujarnya. Selain itu Hadis menjelaskan pula

Hadis menjelaskan dalam kasus perceraian kedua belah pihak di beri waktu 40 hari untuk mediasi. Di harapkan dengan Mediasi kedua belah pihak bisa kembali bersatu. Rencananya Pengadilan Agama akan melakukan sosialisasi dan penyuluhan hukum kepada masyarakat.

by. (heri)

LEAVE A REPLY