Bengkulu Selatan, Bengkulu; Peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) tahun 2016 di Bengkulu Selatan yang bertempat di gedung Pemuda Manna sangat sederhana. Acara yang dihadiri oleh Ketua BNNK Bengkulu Selatan AKBP Ali Imron, ASS.II Setda Bengkulu Selatan yang mewakili Bupati Ir.Mardiansyah, Tokoh Masyarakat, Kepala BUMD, Plt.Kepala Dinas Dikpora, PNS perwakilan SKPD dan para pelajar tingkat SD, SMP dan SMA yang mewakili pelajar se Bengkulu Selatan.

akbp ali imronAKBP Ali imron Kepala BNNK Bengkulu Selatan dalam kata sambutannya mengatakan, tujuan peringatan HANI ini merupakan bentuk kepedulian kita terhadap kondisi darurat narkoba karena dalam sehari 30 sampai 50 orang meninggal dunia karena narkoba. Untuk itu kiranya seluruh elemen masyrakat terutama di Bengkulu Selatan dapat berperan aktif dalam program Pencegahan, Pemberantasan, Peredaran dan Penyalahgunaan Narkotika (P4GN).

Peringatan HANI Bengkulu Selatan yang difasilitasi Pemerintah Daerah Bengkulu Selatan yang mengambil Tema “Dengarkanlah Suara Kami” karena dengan mendengarkan suara hati anak-anak dan generasi muda merupakan langkah awal untuk membantu mereka tumbuh sehat dan aman dari Penyalahgunaan Narkoba.

peserta haniIr.Mardiansyah ASS.II Setda yang mewakili Bupati Bengkulu Selatan membacakan pidato Kepala BNN Pusat Komjen Budi Waseso yang mengatakan dengan segala keterbatasan BNN akan secara maksimal untuk menyelamatkan bangsa Negara dari ancaman bahaya narkoba.Banyak langkah yang sudah dilakukan BNN untuk mengantisifasi bahaya narkoba diantaranya dengan menjalankan program P4GN secara luas di masyarakan Negara Republik Indonesia dengan memanfaatkan sarana media cetak, elektronik, maupun media online dan tatap muka secara langsung dengan masyarakat. Meningkatkan ekstensifikasi, Intensifikasi, Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE)

haniTercatat pada tahun 2015 sampai dengan Juni 2016 sebanyak 705 warga diwilayah rawan dan retan penyalahgunaan narkoba telah mendapatkan pelatihan peningkatan kemampuan sebagai upaya pemberdayaan masyarakat dalam peningkatan life skill. Bidang pemberantasan, dalam kurun waktu tahun 2015 sampai dengan Juni tahun 2016 telah terungkap sebanyak 1.015 (seribu lima belas) kasus kejahatan narkotika baik yang ditangani oleh BNN pusat maupun BNN Provinsi.

ir.mardiansyahDan bidang rehabilitasi dimana dalam upaya rehabilitasi penyalahgunaan narkotika pada tahun 2015 sampai dengan Juni 2016, BNN melalui lembaga rehabilitasi milik pemerintah dan masyarakat telah merehabilitasi sebanyak 42.429 pecandu dan penyalahgunaan narkotika yang berada di seluruh Indonesia.

Diakhir sambutan Komjen Budi Waseso mengatakan meskipun sudah banyak capaian yang dihasilkan dalam upaya menyelamatkan bangsa Indonesia dari bahaya penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika, namun masih banyak hal yang membutuhkan perbaikan dan upaya penyempurnaan serta kerja keras kita bersama.

tanda tanganKami menyadari permasalahan untuk menahan laju ancaman narkotika harus dilakukan secara terintegritas dan dibutuhkan komitmen serta kesungguhan yang diwujudkan dengan langkah tegas dan strategis, serta mengedepankan semangat kejujuran. Kami berusaha untuk tetap menjaga spirit nasionalisme dan patriotisme dalam menjaga kedaulatan hukum negara dengan menegakkan aturan-aturan hukum yang berlaku dan bukan menjadi bagian dari permasalahan kejahatan narkotika itu sendiri, pungkas Budi.

Dipenghujung acara peringatan HANI di Bengkulu Selatan, seluruh perserta yang hadir dalam acara tersebut membubuhkan tanda tangan pada spanduk anti narkoba yang telah disiapkan oleh BNNK Bengkulu Selatan. Pembubuhan tanda tangan yang didahului oleh ASS.II Setda Bengkulu Selatan Ir.Mardiansyah dan diikuti oleh kepala BNNK Bengkulu Selatan, Kepala BUMD, serta seluruh undangan yang hadir.(SAR)