Manna, Bengkulu Selatan; Pesona Bengkulu dalam bidang wisata daerah yang akan dikembangkan di Bengkulu Selatan disambut baik oleh Bupati H.Dirwan Mahmud, SH beserta jajaran.

pb-2Acara pemaparan Press Conference Pesona Bengkulu yang dilaksanakan oleh Distera Entertaiment di balai pertemuan gedung pemuda Manna. Alan Juyadi selaku putra Bengkulu Selatan di MNC Group yang membawa rombongan untuk mempromosikan wisata daerah Bengkulu Selatan melalui film “The Fighter” yang akan melakukan shooting di Bengkulu Selatan dalam waktu dekat ini.

“Banyak potensi wisata daerah di Bengkulu Selatan yang akan menajadi obyek dalam pembuatan film the fighter, bukan hanya sisi alam yang diambil namun untuk sisi budaya pencak silat asli serawai yang juga akan dipertontonkan dalam film tersebut,”terang Alan.

pb-1Alan Juyadi, M.Perkasa Alam, Ivan Badai Samudera, M.Satria dan Suharto sebagai nara sumber dalam presentasi pesona wisata Bengkulu. Tim Pesona Bengkulu siap mendukung kemajuan wisata dan budaya daerah serta pembangunan di Bengkulu Selatan, sehingga terwujudnya wisata daerah yang maju dan berkembang untuk menjadi salah satu tujuan wisata touris manca negara.

Bupati Bengkulu Selatan H.Dirwan Mahmud, SH, sangat mengapresiasi terhadap program Pesona Bengkulu yang akan mengenalkan Bengkulu Selatan melalui wisata dan budaya daerah dalam film the fighter.

pb“Tentu untuk kemajuan wisata daerah dan pengembangan budaya melalui film dokumenter yang berjudul The Fighter, Pemerintah akan mendukung semaksimal mungkin agar bisa berjalan dengan baik,”ujar Dirwan.

Kegiatan presentasi pesona Bengkulu yang dimotori olah Taufan Kembara berlangsung cukup meriah, walaupun dari 250 lembar lebih undangan yanag disebar kepada Camat, dan Kepala Desa se Bengkulu Selatan, namun yang hadir hanya beberapa orang Kades saja, sementar tak satu camat pun yang mengikuti acara tersebut.

“Memang secara emosional, kami yang ingin mengembangkan wisata daerah ini cukup kecewa dengan para Camat dan Kades yang tidak hadir dan mungkin memandang ini tidak terlalu penting,”ujar Taufan.

Dari pantauan di dalam gedung, undangan yang hadir hanya sedikit namun tidak menjadi suatu alasan bagi para pejuang wisata untuk terus memajukan wisata dan kearifan lokal Bengkulu Selatan.(SAR)