Manna, Bengkulu Selatan; Kisruh lahan warga Desa Cinto Mandi Kecamatan Pino Raya yang diserobot oleh PT.Agro Bengkulu Selatan (ABS) belum menemukan titik terang. PT.ABS yang di warning oleh wakil Bupati Bengkulu Selatan Gusnan Mulyadi, SE, MM untuk segera menyelesaikan sengketa lahan dengan warga Desa Cinto Mandi, belum juga diselesaikan. Hal ini membuat Wabup naik darah. Pasalnya setelah diberi tenggang waktu ternyata pihak PT.ABS tidak juga menyelesaikan permasalahannya dengan warga. Diakui wabup bahwa PT.ABS memang ceroboh dalam pengembangan lahan, ini dibuktikan dengan puluhan hektare lahan perkebunan milik warga diserobot dan digusur oleh PT.ABS.

bs-oke“Tenggang waktu sudah diberikan untuk PT.ABS agar segera menyelesaikan sengketa lahan dengan warga Desa Cinto Mandi. Warga meminta PT.ABS untuk mengganti tanaman perkebunan yang telah digusur oleh PT.ABS. Bila tidak ada penyelesaian dari PT.ABS, saya tidak menyalahkan bila warga menempuh jalur hukum,”tegas Wabup.

Wabup juga mengatakan, PT.ABS memang jelas bersalah karena telah menggusur lahan perkebunan milik warga, padahal terhadap lahan tersebut terbukti bahwa lahan itu memang bukan milik PT.ABS. Oleh sebab itu PT.ABS harus memenuhi tuntutan warga yang telah dirugikan, karena tanaman perkebunan mereka sudah habis tergusur.

Disisilain, wabup juga menyampaikan bahwa dalam waktu dekat ini warga Desa Cinto Mandi yang lahannya diserobot PT.ABS akan melaporkan hal ini kepada pihak berwajib bila mana PT.ABS tidak juga menyelesaikan sengketa lahan ini dengan warga. Dan PT.ABS juga nantinya akan terancam untuk ditutup atau diberhentikan dahulu dari segala aktivitasnya.

Seperti halnya beberapa waktu lalu Wabup telah memberikan peringatan yang sangat tegas kepada PT.ABS dan telah memfasilitasi PT.ABS untuk mencari solusi dengan bermusyawarah kepada warga. Pada saat itu PT.ABS telah berjanji akan segera menyelesaikan perselisihan tersebut. Namun hingga berita ini dirilis PT.ABS belum ada itikad untuk menyelesaikannya, dengan kata lain PT.ABS sudah “ingkar Janji”.

Sekedar mengingatkan, beberapa orang pemilik lahan yang diserobot mengalami kerugian yang cukup besar, yakni lahan kebun sawit seluas 3 hektare umur 5 tahun milik Sapirin dengan kerugian Rp 150 juta, kebun sawit milik Mul warga Desa Selali seluas 2 hektare umur 2 tahun dengan kerugian 180 juta. Ada juga kebun kopi umur 5 tahun seluas 3 hektare milik Buki warga Desa Nanjungan dengan kerugian Rp 100 juta, dan lahan tidur (belum digarap-red) seluas 10 hektare milik Anang warga Desa Telago Dalam.(SAR)