Bengkulu Selatan, Bengkulu; Lahan yang diklaim milik warga dan digusur oleh PT. ABS, yakni lahan kebun sawit seluas 3 hektare umur 5 tahun milik Kades Padang Beriang Sapirin dengan kerugian Rp 150 juta, kebun sawit milik Mul warga Desa Selali seluas 2 hektare umur 2 tahun dengan kerugian 180 juta. Ada juga kebun kopi umur 5 tahun seluas 3 hektare milik Buki warga Desa Nanjungan dengan kerugian Rp 100 juta, dan lahan tidur (belum digarap-red) seluas 10 hektare milik Anang warga Desa Telago Dalam.

wabupAdanya kerugian yang cukup besar bagi masyarakat Kecamatan Pino Raya yang lahan perkebunannya digusur oleh PT.ABS di Cinto Mandi membuat Wakil Bupati Bengkulu Selatan Gusnan Mulyadi, SE, MM mulai “Geram” melihat ulah oknum dari PT.ABS yang telah menggusur lahan perkebunan milik warga tersebut.

“Saya akan bantu masyarakat yang lahannya digusur oleh PT.ABS untuk mendapatkan kembali atas kepemilikan lahan tersebut. Jangan semena-mena dengan rakyat dan oknum yang berbuat curang segera sadar dan akui kesalahan,”ujar Gusnan saat meninjau langsung lahan perkebunan masyarakat yang digusur oleh PT.ABS.

wabup saat tinjau lokasi  yg digusurLebih lanjut Gusnan mengatakan, akan menginfentaris dahulu lahan warga yang diserobot PT.ABS dan akan memfasilitasi pertemuan antara warga dengan PT.ABS untuk menindak lanjuti tentang kerugian masyarakat akibat ulah dari oknum PT.ABS yang melakukan penggusuran.

Kapolres Bengkulu Selatan AKBP Napitupulu Yogi Yusuf, SH, Sik saat menjumpai Wakil Bupati Bengkulu Selatan Gusnan Mulyadi, SE, MM usai acara Rapat Paripurna DPRD Bengkulu Selatan dalam rangka penyampaian penjelasan Bupati Bengkulu Selatan terhadap racangan PERDA tentang pertanggung jawaban pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2015.
Untuk menghindari terjadinya konflik dilapangan, Kapolres Bengkulu Selatan meminta PT.ABS menghentikan dahulu kegiatan penggusaran. Karena status kepemilikan tanah belum jelas baik itu yang merasa dirugikan atau yang mengaku memiliki lahan tersebut.
“PT.ABS harus menghentikan dahulu kegiatannya karena kepemilikan tanah tersebut belum jelas. Dan PT.ABS segera melakukan perundingan dengan masyarakat yang nantinya akan difasilitasi oleh Pemda. Dan menghimbau kepada seluruh masyarakat jangan terpropokasi oleh pihak ketiga yang tidak bertanggung jawab,”ujar Kapolres.(SAR)