Manna, Bengkulu Selatan; Ulah PT.Agro Bengkulu Selatan (ABS) yang menyerobot dan menggusur lahan milik warga beberapa waktu yang lalu. Hingga saat ini (20/9) PT. ABS belum juga mengganti tanaman yang di gusur, hal ini membuat warga kecewa dan mengambil langkah dengan mengkoordinasikan kepada Kapolres Bengkulu Selatan.

warga-cinto-mandi

Kedatangan warga ke Mapolres disambut oleh Kapolres BS AKBP Napitupulu yogi Yusuf, SH, S.IK. Sekira pada pukul 10.00 wib enam orang warga yang lahan perkebunannya diserobot dan digusur oleh PT. ABS yakni Rasikin (60) warga Desa Nanjungan, Ayub Susanto (37) warga Desa Cinto Mandi, Fauzan (40) warga Desa Cinto Mandi, Mardan (41) Warga Desa nanjungan, Aidin (40) warga Desa Nanjungan yang ke lima orang tersebut merupakan warga Kecamatan Pino Raya dan Turman (39) merupakan Warga Kota Manna yang memiliki lahan perkebunan di Desa Cinto Mandi.

Kedatangan warga ke Mapolres Bengkulu Selatan tidak lain hanya untuk mencari solusi atas kerugian yang mereka tanggung, dengan harapan PT. ABS bisa segera melakukan penggantian terhadap tanaman warga yang telah digusur.

warga-piraHal ini dikatakan Ayup Susanto warga Desa Cintomandi yang merasa dirugikan, tanah yang sudah bersertifikat digusur oleh PT ABS. Diterangkan Ayup, kami ke Mapolres untuk menemui Kapolres tidak lain adalah untuk mencari jalan yang terbaik terhadap persoalan tanah kami diserobot PT. ABS.

Hingga saat ini belum ada kejelas dari PT ABS. Harusnya warga dirugikan segera dilakukan penggantian dan sudah selayaknya duduk bersama sehingga menghasilkan titik terang. Selaku pemilik tanah tuntutannya tidak banyak yaitu mintak ganti untung sehingga persoalan ini tidak memanjang, namun bila ini tidak selesai tak menutup kemungkinan menempuh jalur hukum,’’terang Ayup.

“Kami datang kesini (Mapolres) untuk menemui kapolres, kami ingin memintak petunjuk yang baik agar segera PT. ABS memenuhi segala tuntutan kami yang merasa dirugikan. Namun Dikesempatan itu Kapolres menyarankan supaya persoalan ini dapat diselesaikan dahulu ke tim wabup BS, Gusunan Mulyadi, SE, MM. Sebagaimana persoalan ini dahulunya sudah dimediasi oleh tim wabup. Bila ini tak ada penyelesaian, tidak menutup kemungkinan warga akan menempuh jalur hukum,’’tegas Ayup yang diamini oleh rekan-rekannya.

kapolres-bsSementara itu, kapolres BS, AKBP Napitupulu Yogi Yusuf, SH, S.Ik memembenarkan jika warga Pino Raya yang tanahnya diserobot PT. ABS berkordinasi untuk mencari solusi yang terbaik terhadap persoalan penyerobotan lahan, sebab persoalan tersebut sudah dimediasi oleh tim wabup.

Selaku aparat menyarankan supaya persoalan ini dapat diselesaikan dengan bijak yakni mempertemukan tim yang sebelumnya dibentuk wabup BS, Gusnan Mulyadi dengan menggelar kembali pertemuan antara pihak pemerintah desa, pemilik lahan yang merasa dirugikan, penjual tanah ke PT ABS serta pemerintah desa yang sudah mengeluarkan Surat Keterangan Tanah (SKT). Bila ini dilakukan, persoalan yang terjadi bisa secepatnya tuntas,’’kata Kapolres.

‘’Ia disarankan kepada warga kiranya persoalan ini bisa diselesaikan dengan jalan damai tanpa ada kekerasan, namun sebaliknya jika PT ABS tidak mengindahkan pihak yang dirugikan bisa saja mengandukan pada aparat dengan catatan menunjukan bukti yang kongkrit kepemilikan atas tanah tersebut, salah satunya SKT atau sertifikat, Tutur Kapolres.(SAR)