Manna, Bengkulu Selatan, Perusahaan PT Agro Bengkulu Selatan (ABS) yang bergerak dibidang perkebunan tanaman sawit terancam ditutup. Pasalnya pekerjaan tersebut dianggap ilegal. Karena hingga saat ini dari pihak perusahaan belum memberikan jawaban pada pemerintah daerah tentang warga dan PT ABS tentang lahan belum juga tuntas.
Bupati BS H Dirwan Mahmud, SH, mengatakan, jika dari pihak perusahaan belum menyampaikan jawaban dalam waktu dekat maka dari pemerintah tidak segan-segan akan mencabut surat izin lokasinya. Karena sudah menjadi kewajiban pemerintah BS untuk mengatasi semua keluhan warga atas perusahaan.”Pemerintah tidak akan tinggal diam menyikapi masalah lahan warga yang sudah diklaim dan disorobot PT ABS,”katanya.
Menurut Bupati, sudah berapa kali warga menyampaikan keluhan pada pemda BS akan lahan. Dan pihak PT ABS sendiri sudah pernah ke kantor Pemda BS bermusyawarah dengan warga terkait masalah lahan yang menjadi sorotan. Namun hingga sampai detik ini belum juga ada titik temuanya. Untuk itu pemerintah akan mengambil tidakan tegas karena warga yang mengelukan lahan merupakan masyarakat BS semua itu menjadi tanggungjawab bersama. “Lahan yang dosorobot sudah dimediasi oleh Pemda BS. Namun belum ada solusi dari PT ABS baik di Desa Cinto Mandi, Pagar Gading dan Bandar Agung khususnya lahan sebagai pemilik. Lahan yang sudah diklaim dan disorobot kalau memang milik warga dan merugikan artinya ada pelanggaran hukum. Oleh sebab itu kita berharap ada jawaban secepatnya dari pihak PT ABS,”ungkapnya. (sar)