SELUMA – Diperkirakan lebih dari 300an hectare lahan perkebunan sawit warga Rawa Indah Kecamatan Ilir Talo, Seluma diserobot oleh PT.Agri Andalas. Init terlihat dengan banyaknya lahan sawit warga yang sudah berumur kembali ditanami oleh PT. Agri Andalas  hingga Nampak mencolok sekalia dalam kebun ada tanaman lama dan baru yang membuat warga resah. Akibat waraga menjadi resah dan terancam kehilangan lahan mata pencarian.

       Anggota DPRD Seluma, Mufran Imron yang ikut mendampingi warga mengatakan banyak perusahaan saat ini berusaha mengangkangi hak rakyat dengan mencaplok laha warga seenaknya saja. “Ini tidak bisa dibiarkan karena hak rakyat harus di jaga, mau makan apa rakyat kalau lahan tempat berusaha sudah hadis oleh pertambangan” ujar Mufran.

            Hal senada juga disampaikan oleh Direktur Eksekutif Green Sumatra , Sumatra Care Community,  Saiful Anwar . Ia mengatakan ada tujuh desa di Seluma yang berbentiuran dengan PT.Agri Andalas diantaranya Desa Rawa Indah, Penagao Baru, Air Teras di Wilayah kecamatan Talo dan sejumlah desa di wilayah Kecamatan di Seluma.  Padahal BPN mengatakan Tidak ada izin pertambangan di wilayah Talo baik itu di Kecamatan Talo maupun Kecamatyan Ilir Talo. Ia menyayangkan sikap perusahaan Agri Andalas yang terus melakukan pelebaran kebun denagn menyerobot lahan warga.  Pihaknya meminta agar Pemerintah Kabupaten Seluma bisa menengengahi perselisihan ini.

                Sementara itu PLT. Bupati Seluma Bundra Jaya mengatakan pemerintah daerah sedang mempersiapkan rencana pematokan batas lahan antara Agri Andalas dengan Lahan Warga. “kita sedang mempersiapkan rencana pematokan batas lahan warga dengan lahan Agri Andalas secepatnya akan kita laksanakan” ujar Bundra Jaya Kepada Berita Bengkulu (kamis,8/11/2012). Diharapkan dengan di dahului pemasangan patok batas oleh pemerintah Daerah akan di patuhi kedua belah pihak.

(Tony).

LEAVE A REPLY