Bengkulu Selatan, Bengkulu; Rencana pembuatan perkebunan plasma yang akan dilakukan oleh PT. Jatrova yang bergerak dibidang perkebunan kelapa sawit mendapat sambutan positif oleh Kepala Desa (Kades) Tanjung Aur 2 Kecamatan Pino Raya Taswin, Kepala Desa Talang Tinggi Dedi Rahmayadi  dan Kades  Keban Jati   Subarto, keduanya merupakan kades kecamatan Ulu Manna saat menhadiri pertemuan di ruang rapat Setda Bengkulu Selatan.

rapatAcara sosialisasi terhadap rencana pembangunan kebun kemitraan oleh PT.Jathropa Solution dihadiri Wakil Bupati (Wabup) Gusnan Mulyadi, SE, MM, Kepala Bagian (kabag) Adminitrasi dan pemerintahan umum Drs.Edie Hartawan, M.Si, Manager PT. Jatrova Erlan Pasmawi, Camat Pino Raya dan Kades dan sejumlah kepala dinas instansi terkait atau yang mewakili.

Kades Tanjung Aur 2 Taswin saat memberikan penjelasan mengatakan, bahwa perkebunan yang akan dibangun oleh PT. Jatrova dapat memberikan hal yang sangat positif bagi warga. Walaupun lahan tersebut ada yang bukan milik penduduk setempat. Dengan dibangunya kebun plasma semua warga menerima dan sangat memberikan dukungan.

warga“Lahan untuk perkebunan plasma yang akan disiapkan seluas 135 hektare. Lahan tersebut berlokasi di hamparan negil, kelampaian dan hamparan ipu. Selain itu ada hamparan cadangan yakni hamparan kuwaran yang luasnya sekitar 200 hektaran,”kata Taswin.

Sementara Wabup BS Gusnan Mulyadi mengatakan, kalau semuanya sudah sepakat untuk pembangunan perkebunan plasma, tinggal lagi kedepan masing-masing pihak terkait akan meninjau lansung lokasi calon untuk lahan perkebunan tersebut. Agar kedepan tidak ada lagi yang dipermasalakan sebelum pekerjaan berjalan.

wabup“Jangan sampai lahan untuk pembuatan kebun plasma menjadi sorotan kedepan. Dan kita berharap kalau diantara Kades sudah sejalan baik itu pembuatan kebun plasma, maka tinggal lagi mempersiapkan bakal calon penerima dengan segala bentuk persyaratan administrasi agar tidak menyalahi aturan,”tegas Wabup.

Tim Percepatan Pembangunan H Junior Hafis mengatakan, untuk pembuatan perkebunan plasma oleh PT. Jatrova membutuhkan banyak lokasi. Sasaran lokasi bukan hanya Desa Tanjung Aur 2 saja. Oleh sebab itu masalah batas desa harus diselesaikan secara serius dan melibatkan segala baik pemerintahan desa maupun dinas terkait. Sehingga kedepan semuanya jelas dan tidak menimbulkan hal yang tak diinginkan.
“Kalau semuanya sudah kelir baik lahan perkebunan dan batas desa tahap selanjutnya masalah calon peserta lahan kalau sudah semua diurus akan dikeluarkan surat keterangan (SK) Bupati BS namun melalui berbagai tahapan dan persayaratan sebagai kekuatan hukum,”terang Junior Hafis yang diamini Kabag Tata Pemerintahan Edi Hartawan, M.Si, selaku pimpinan rapat.(SAR)