Manna, Bengkulu Selatan; Tindak lanjut dari pemantauan tim pengawasan terhadap pupk bersubsidi di Bengkulu Selatan, Dinas Pertanian, Perkebunan dan Peternakan Bengkulu Selatan melalui Bidang Sarana dan Prasarana Pertanian (Sarpras) melakukan Rapat Koordinasi Pengawasan Pupuk Dan Pestisida (KP3) di Aula Dinas Pertanian Bengkulu Selatan (27/12).

Rapat KP3 yang dihadiri oleh Camat, Distributor, pemilik kios pupuk dan SKPD terkait di Bengkulu Selatan. Dalam Rapat tersebut ditekankan kepada pemilik kios untuk tidak menjual pupuk bersubsidi diatas HET (Harga Ecran Tertinggi). Selain itu juga Pemilik Kios diimbau untuk tidak memasarkan pupuk yang tidak jelas asal usulnya alias palsu.

“Untuk pupuk bersubsidi harus dijual sesuai dengan HET, bila mana ditemukan adanya penjualan diatas HET akan diberikan sangsi hingga ke pencabutan izin. Apalagi kios pupuk ketahuan menjual pupuk palsu maka akan ditindak tegas,”ujar Kepala Dinas Pertanian Perkebunan dan Peternakan Darmawasyah, SE melalui Kabid Sarpras Sri Hartati, MM.

Sri hartati juga menambahkan, berdasarkan Peraturan Bupati Bengkulu Selatan untuk harga eceran tertinggi (het) pupuk bersubsidi tahun anggaran 2016 untuk sektor pertanian, pupuk urea = Rp.1.800/kg, pupuk ZA = Rp.1.400/kg, pupuk SP-36 = Rp.2000/kg, pupuk NPK Phonska = Rp. 2300/kg, pupuk Organik = Rp 500/kg.

Bukan hanya itu, menurut Sri Hartati pada Rapat KP3 juga membahas kebutuhan pupuk subsidi untuk tahun 2017 mendatang, sebaba ketika dilakukan monitoring dilapangan beberapa waktu yang lalu, timpengawas masih menemukan puluhan ton pupuk bersubsidi di beberapa gudang kios pupuk di Bengkulu Selatan.

“Agar tidak terjadinya penumpukan pupuk bersubsidi di berbagai gudang kios pupuk, maka perlu dilakukan evaluasi terhadap usulan RDKK yang diajukan kelompok tani ke pemilik kios sehingga pemilik mkios tidak merugi karena banyak pupuk yang tidak tersalurkan,”papar Sri Hartati.(SAR)

incoming search terms:

  • harga pupuk bersubsidi
  • Harga pupuk bersupsidi
  • harga pupuk subsidi
  • harga pupuk subsidi dari distributor