Manna, Bengkulu Selatan; Bantuan Operasional Sekolah Daerah (Bosda) untuk pendidikan jenjang SD hingga SMA/Sederajat akan segera tersalurkan. Bupati Bengkulu Selatan H.Dirwan Mahmud, SH pada 10 Oktober 2016 yang lalu telah menandatangi Petunjuk Pelaksanaan (Juklak) dan Petunjuk Tekhnis (Juknis) Bosda. Dan hal ini tertuang dalam Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 19 Tahun 2016.

Untuk diketahui BOSDa merupakan bantuan operasional sekolah yang dianggarkan melalui APBD Perubahan Kabupaten Bengkulu Selatan tahun 2016.

Dana BOSDa akan disalurkan untuk satuan pendidikan SD/MI, SMP/MTs, SMA, SMK dan MA negeri dan swasta se Kabupaten BS. Dana BOSDa yang diterima sekolah terhitung dari bulan Juli sampai Desember. Dengan dasar perhitungan jumlah yang diterima berdasarkan jumlah siswa di satuan pendidikan.

Ada dua poin yang wajib dipatuhi sekolah dalam mengalokasikan dana BOSDa ini. Yakni, dana BOSDa untuk tingkat SD/MI dan SMP/MTs digunakan untuk pembelian buku teks pelajaran.

Sedangkan untuk tingkat SMA, SMK dan MA digunakan untuk pembelian buku teks pelajaran, biaya transportasi dan akomodasi bagi guru tidak tetap dan pegawai tidak tetap serta untuk kegiatan kesiswaan.

Kasubag Perencanaan dan Pelaporan Dinas Dikpora BS, Royen Ritonga mengatakan, dalam hal pertanggung jawaban keuangan, kegiatan yang dibiayai oleh dana BOSDa adalah untuk membantu kegiatan sekolah yang didanai oleh dana BOS nasional.

“Jadi peruntukan dana BOSDa harus dimasukan ke dalam uraian program/kegiatan dengan merevisi Rencana Anggaran Biaya Sekolah (RABS). Termasuk peruntukan dana, rincian biaya dan jumlah total dana bantuan biaya penyelenggaraan pendidikan yang diterima sekolah,” terangnya, baru-baru ini.

Ditambahkannya, jumlah dana BOSDa untuk jenjang SD/MI sebesar Rp10 ribu. Untuk SMP/MTs Rp20 ribu. Sedangkan untuk SMA dan MA sebesar Rp 80 ribu dengan rincian penggunaan Rp 20 ribu untuk pembelian buku dan Rp 60 ribu untuk biaya honorarium guru tidak tetap dan pegawai tidak tetap serta kegiatan siswa.

Sementara jenjang SMK besarannya Rp90 ribu dengan rincian Rp. 60 ribu untuk membiayai kegiatan siswa dan gaji guru tidak tetap dan pegawai tidak tetap dan Rp.30 ribu biaya pembelian buku.

“Sekarang masing-masing sekolah sedang menyusun RABS. Kami harapkan secepatnya sekolah menyelesaikan agar dana BOSDa bisa dibayarkan ke sekolah,” tutup Royen.(SAR)