Manna, Bengkulu-Kepala Biro Hukum, Komunikasi, dan Informasi Publik Kementerian PAN-RB Herman Suryatman menjelaskan surat edaran itu dikeluarkan karena Ramadan semakin dekat. Dia mengatakan meskipun bulan puasa, PNS, tenaga honorer, polisi, maupun TNI tidak boleh kendur dalam melayani masyarakat.

Ketentuan jam kerja selama bulan Ramadan 1437 H itu tertuang di dalam Surat Edaran (SE) Menteri PAN-RB 03/2016 yang diteken 17 Mei lalu. Di dalam surat itu tertulis bahwa total jam kerja selama sepekan adalah 32,5 jam.

Kemudian ketentuan durasi jam kerja setiap harinya, dipisahkan untuk instansi yang bekerja lima hari per pekan dan enam hari per pekan.

Meskipun begitu seperti yang tahun-tahun sebelumnya, pemerintah menerapkan penyesuaian jam kerja. Penyesuaian ini dilakukan untuk efisiensi dan produktivitas kerja para abdi negara. ’’Kami ingin waktu kerja di kantor tetap optimal,’’ jelasnya.

Dia mengatakan puasa tidak boleh dijadikan alasan abdi masyarakat untuk mengurangi layanannya. Sebaliknya kata Herman, puasa adalah momentum untuk memperbanyak ibadah. Baginya bekerja melayani masyarakat itu bagian dari ibadah.

Di antara layanan publik yang terkena dampak regulasi itu adalah sekolah. Pada umumnya sekolah menerapkan jam kerja enam hari dalam sepekan. Yakni mulai Senin sampai Sabtu. Sehingga selama bulan puasa nanti, jam kerja sekolah 08.-14.00 atau 07.00-13.00.(jppn.com/dc)