Manna, Bengkulu Selatan ; 25 orang Anggota dan unsur Pimpinan DPRD Bengkulu Selatan bersama dengan pihak eksekutif sepakati untuk rapat paripurna dengan 2 agenda dalam satu malam (29/10).

Rapat Paripurna yang pertama mendengarkan penjelasan Bupati Bengkulu Selatan terhadap rancangan PERDA tentang APBD Kabupaten Bengkulu Selatan untu Tahun Anggaran 2019 dan sekaligus penyerahan buku Raperda oleh Plt.Bupati Bengkulu Selatan Gusnan Mulyadi, SP, MM Kepada Ketua DPRD DiHadapan Majelis Sidang Paripurna.

Selanjutnya pada agenda kedua, mendengarkan pandangan umum Faraksi-Fraksi di DPRD terhadap Raperda APBD Tahun 2109.

Aspek Pembangunan menjadi sorotan fraksi Golkar dengan juru bicara Dodi Martian, S.Hut, MM.

“Fokus Pembangunan saat ini hanya diperkotaan, sehingga terkesan yang miskin akan bertambah miskin dan yang kaya bertambah kaya, seharusnya pembangunan itu harus merata, dimulai dari pedesaan “kata Dodi.

Bukan hanya itu, Fraksi Golongan Karya (Golkar) pun menyoroti banyaknya fasilitas milik pemerintah yang sudah rusak, seperti peralatan kesehatan, peralatan pertanian, dan peralatan kebersihan.

Muhajirin, juru bicara fraksi Demokrat, menyapaikan tujuh permasalahan yang dihadapi daerah Kabupaten Bengkulu Selatan yakni, Pendidikan, Pariwisata, hutang kesehatan, Ekonomi, infrastruktur Pertanian, serta Penegakan Perda Hewan Ternak yang harus mendapatkan anggaran.

Sementara itu, Agusman Jahim, juru bicara Fraksi PKPI mengatakan agar Dana Manatori itu disesuaikan dengan peraturan Menteri Keuangan. Dan Junianto, juru bicara Fraksi PAN mendukung prioritas anggaran bidang Pertanian dan Kesehatan.

Fraksi Kesatuan Perubahan melalui juru bicaranya Dodo Zulkan lebih menyoroti tentang infrastruktur Pertanian, Jalan dan Jembatan, Jaringan Irigasi, Pendidikan serta Kesehatan.(SAR)