Manna, Bengkulu Selatan; Ratusan Massa Forum Umat Islam Pendukung Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang menyerukan aksi untuk membela agama di Bengkulu Selatan (04/11). Ratusan Massa melakukan long mars dari Depan Masjid Raya Rukis mulai pukul 13.30 wib setelah melaksanakan shalat Jum’at bersama menuju Bundaran Depan Gedung DPRD Bengkulu Selatan.

Dalam aksi long mars yang dilakukan demonstran mendapat pengawalan ketat dari aparat Kepolisian Resort Bengkulu Selatan, bahkan ratusan polisi diturunkan untuk mengamankan jalannya demonstrasi yang dilakukan oleh para ustadz dan umat muslim lainnya.

Kapolres Bengkulu Selatan AKBP ORDIVA, S.IK tampak akrab dengan masyrakat

Unjuk rasa yang dilakukan oleh ratusan orang ini merupakan Gerakan pengawal Fatwa MUI Aksi Damai Bela Agama dan Negara “Penjarakan Ahok” Karena telah melakukan penistaan terhadap agama islam, menodai al qur’an, melecehkan ulama dan menghina umat islam.

Unjukrasa dengan orator H.Joniman, H.Amaludin, dan Wahidin serta ustadz Sihabuddin selaku pembaca fatwa MUI.

“Kami selaku tokoh agama islam di Bengkulu Selatan meminta agar aparat penegak hukum tidak tebang pilih terhadap orang-orang yang telah menistakan agama. Tangkap, Adili dan Penjarakan AHOK, hanya itu tuntutan umat islam di Negeri ini,”tegas Joniman.

Dalam pengawalan aksi pendemo dipimpin lansung oleh Kapolres Bengkulu Selatan AKBP Ordiva, S.IK, sebanyak ratusan aparat kepolisian yang berjaga untuk mengantisipasi bila terjadi hal yang tak diinginkan.

“Untuk mengamankan aksi unjuk rasa ini, kami sudah siagakan ratusan personil kepolisian, mobil canon water, serta seluruh satuan di jajaran Polres Bengkulu Selatan,”ujar Ordiva.

Sementara tuntutan umat islam atas penistaan agama yang dilakukan Basuki Tjahya Purnama Alias Ahok adalah tidak lain agar aparat penegak hukum dapat mengadili Ahok.

Massa yang berjumlah diperkirakan mencapai 150 orang setelah melakukan aksi damai di depan Gedung DPRD Bengkulu Selatan selama lebih kurang 1 jam, para demonstran pulang secara teratur.(SAR)