Masyarakt Pemulung Batu Hias ketika Demo mendapatkan pengawalan ketat dari pihak keamanan Polres Bengkulu Selatan.

Manna, Bengkulu Selatan; Sekira pada pukul 11.15 wib tadi siang (13/9) ratusan warga masyarakat Bengkulu Selatan yang berprofesi sebagai pemulung batu hias melakukan aksi demonstrasi ke gedung DPRD Kabupaten Bengkulu Selatan.

Aksi ini merupakan salah satu dampak dari tertangkapnya salah seorang pengusaha batu hias warga Kecamatan Bunga Mas Armin oleh Polres Bengkulu Selatan bebearapa waktu yang lalu, karena diduga melakukan usaha jual beli batu hias ilegal.

Salah seorang orator pada saat demonstrasi dilakukan, Nazirin (58) selaku perwakilan masyarakat pemulung batu hias meminta agar pihak Polres Bengkulu Selatan dapat menghentikan kasus ataupun perkara yang dituduhkan terhadap Armin.

“Armin merupakan salah seorang penampung batu hias yang dibelinya dari pemulung, armin bukan penambang ilegal, bebaskan armin,”teriak sang Orator.

Dijelaskan Nazirin, bahwa usaha yang dilakukan oleh Armin memiliki dokumen izin resmi yang dikeluarkan oleh Dinas Perdagangan dan Perindustrian dan memiliki bukti setor pajak yang sah.

Bukan hanya itu, para pemulung juga meminta agar diberi kebebasan untuk melakukan pemungutan batu hias di pantai Bengkenang, dan penampung diberikan izin yang jelas supaya masyarakat pemulung bisa mencari nafkah.

Usai berorasi, perwakilan para pemulung batu hias diminta untuk masuk ke Gedung DPRD guna berdialog dengan Wakil Rakyat Bengkulu Selatan yang duduk di Parlemen.

Dialog yang dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Bengkulu Selatan Yevri Sudianto yang didampingi oleh unsur pimpinan, para anggota Dewan, Aparat Polres Bengkulu Selatan. Namun sangat disayangkan, dialog yang berlangsung hampir 1 jam itu tidak menemukan kata mufakat karena masih akan melakukan rapat dengan unsure FKPD.

Masyarakat pemulung batu hias yang menunggu diluar gedung dalam kondisi yang terik harus merasa kecewa dengan dialog yang dilakukan tanpa hasil. Sehingga masyarakat pemulung harus membubarkan diri.(SAR)