Manna, Bengkulu Selatan; Langkah Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Bengkulu Selatan untuk memerangi dan mengantisipasi peredaran gelap Narkotika dengan membentuk adanya Satuan Tugas Anti Narkoba dari kalangan pelajar, sosialisasi Anti Narkoba yang meilbatkan peran serta para dewan pendidik serta adanya pembentukan kampung anti narkoba. Selanjutnya Langkah BNNK Bengkulu Selatan akan membentukan relawan anti narkoba ditingkat RT/RW.

ali-imron-2
Kepala BNNK Bengkulu Selatan AKBP Ali Imron

Kepala BNNK BS AKBP Ali Imron, mengatakan pembentukan relawan anti narkoba pada setiap RT/RW di keluarahan/desa bertujuan agar masyarakat ikut berperan aktif dalam pemberantasan narkoba. Relawan anti narkoba juga akan mendapat pembinaan. Dengan keterlibatan masyarakat diharapkan bisa mencegah dan menekan peredaran narkoba di BS.

“Peredaran narkoba di BS sudah mengkhawatirkan. Karena itu, perlu keterlibatan semua pihak untuk menekan dan memberantasnya. Masyarakat di RT/RW itulah yang kita harapkan lebih menguasai lingkungan sekitarnya. Kalau ada gejala-gejala tidak beres, seperti ada pesta narkoba, atau ada transaksi bisa segera diambil tindakan,” ujar Ali.

ali-imron
Bupati Bengkulu Selatan H.Dirwan Mahmud, SH ketika memasang stieker Anti Narkoba Bersam Kepala BNNK BS

Ali menambahkan, tahun ini saja sudah 14 warga BS jalani rehabilitasi narkoba dengan kisaran usia 16-25 tahun, tiga diantaraya masih berstatus sebagai pelajar. Ada yang direhabilitasi dengan cara rawat jalan, dirujuk ke Rumah Sakit Jiwa dan Ketergantungan Obat (RSJKO) Bengkulu, dan ada direhab di Lido, Bogor.

Para pecandu narkoba ini dengan kesadaran diri sendiri, baik diantar oleh orangtuanya atau datang sendiri ke Kantor BNNK BS minta untuk direhabilitasi.

Namun demikian lanjut ALI, BNNK Bengkulu Selatan akan selalu mensosialisasikan gerakan Anti Narkoba baik untuk tingkat Pelajar maupun untuk masyarakat Umum. Seperti halnya beberapa waktu yang lalu, BNNK Bengkulu Selatan telah mensosialisasikan program P4GN di wilayah Kecamatan Air Nipis.(SAR)