Manna, Bengkulu Selatan; Waspada dan hati-hati ketika hendak meninggalkan rumah, seperti halnya yang terjadi dengan keluarga Supli yang harus kehilangan rumahnya karena dilalap sijago merah.

Diketahui rumah Supli beralamat di Desa Sebilo Kecamatan Pino yang habis terbakar karena ditinggal ke pasar sementara anak-anaknya sudah berangkat kesekolah. Kejadian kebakaran ini terjadi sekira pada pukul 08.00 wib tadi pagi (12/01). Supli Bin Kurdin (40) menderita kerugian mencapai Rp.50 juta.

Ipawan tetangga korban merupakan orang pertama kali melihat adanya kepulan asap tebal disertai api dari arah belakng rumah Supli. Ipawan mengajak tetangga lainnya Yanus untuk memastikan sumber asap tebal disertai api tersebut.

“Pagi tadi sekira pukul 08.wib, saya melihat adanya kepula asap tebal sisertai api dari arah belang rumah supli, terus saya mengajak tetangga lainnya untuk m,emastikan sumber asap tersebut,”papar Ipawan.

Dikatakan Ipawan, Api berasal dari bagian dapur rumah korban, api terlalu cepat membesar karena rumah korban berbentuk panggung terbuat dari kayu, bukan hany itu dibagian bawah rumah korban terdapat banyak tumpukan kayu bakar sehingga api dengan sangat cepat membakar rumah Supli. Warga berusaha memdamkan api dengan alat seadanya namun sia-sia karena api sudah lebih dahulu membesar dan menghanguskan seluruh bagian rumah.

Kapolres Bengkulu Selatan AKBP Ordiva melalui Kapolsek Pino AKP Munawan yang membenarkan adanya kebakaran di Desa Sebilo Kecamatan Pino.

“Benar, kejadian kebakaran di Desa Sebilo. Rumah Sdr.Supli bin Kurdin (40) yang habis terbakar,”ujar Kapolsek Pino.

Diceritakan Kapolsek, Sekira pada pukul 06.00 wib, Supli bersama isterinya Tuti berangkat ke Pasar Masat untuk berjualan, sementara anak-anaknya, Elsa pelajar SMAN 8 BS, Mila Siswi SDN 101 BS, sudah berangkat ke sekolah, sehingga ketika terjadinya kebakaran rumah dalam keadaan kosong.

“Pada saat kejadian, Rumah Supli dalam keadaan kosong, karena supli dan isterinya berjualan di pasar Masat, anak-anaknya sudah berangkat ke Sekolah,”terang Kapolsek.

Dilanjutkan Kapolsek Pino, Sekira pukul 08.00 wib, tetangga korban Ipwan melihat adanya kepulan asap tebal disertai api di sekitar rumah Supli. Jarak antara rumah korban dengan tetangga diperkirakan 50 meter. Kemudian Ipwan mengajak tetangga lainnya Yanus untuk melihat sumber asap yang disertai api tersebut. Dan diketahui asap tebal disertai api berasal dari rumah Supli yang saat itu dalam keadaan kosong. Warga sekitar berusaha memdamkan api dengan alat seadanya, namun saying api lebih cepat menghanguskan rumah korban.

Api berasal dari bagian dapur rumah korban, rumah korban yang berbentuk panggung terbuat dari kayu, semntara di bagiawah rumah merupakan tempat penyimpanan kayu bakar sehingga membuat api cepat menjalar, membesar dan membakar habis seluruh bagian rumah. Sementara pihak Pemadam kebakaran sudah dihubungi dan meluncur ke lokasi kejadian, namun sayangnnya, mobil Damkar tak dapat melewati jembatan gantung dan akses jalan karena dalam kondisi jembatan yang sempit dan jalan yang masih rusak.

“Menurut tetangga korban, api berasal dari bagian dapur rumah korban. Karena rumah panggung yang terbuat dari kayu dan banyaknya tumpukan kayu bakar pada bagian bawah rumah membuat api cepat memnjalar dan mengahnguskan seluruh bagian rumah,”jelas Kapolsek Pino.

Ditambahkan Kapolsek Pino AKP Munawan, dalam kejadian ini tidak terdapat korban jiwa, namun kerugian materi mencapai Rp.50 Juta. Karena banyaknya barang berharga milik korban yang hangus terbakar seperti sau unit Sepeda Motor Jenis Honda Supra Fit, Ijazah, STNK, BPKB, Buku Nikah dan sejumlah surat berharga lainnya termasuk uang tunai sebesar Rp.2 juta. Namun untk penyebab kejadian masih dalam tahap penelitian, karena belum diketahui secara pasti apa penyebabnya.(SAR)