Manna, Bengkulu Selatan; Awal tahun 2017 yang kurang beruntung bagi dua orang tersangka pemakai narkoba jenis sabu-sabu yang ditangkap Satuan Narkoba Polres Bengkulu Selatan yang dipimpin Iptu Ahmad Khairuman, SE.

Berawal dari laporan masyarakat, Sat Narkoba Polres Bengkulu Selatan langsung meluncur ke lokasi salah seorang pemakai sabu berada. PM (31) warga jalan Lettu Ubadi Kelurahan Belakang Gedung Kecamatan Pasar Manna yang ditangkap oleh Sat Narkoba Polres BS pada Rabu (04/01) sekira pada pukul 20.00 wib dengan barang bukti narkoba jenis sabu-sabu seberat 0,1 gram.

“Pada hari Rabu sekira pada pukul 20.00 wib, anggota Sat Narkoba Polres Bs menangkap PM di jalan Lettu Ubadi dengan barang bukti narkoba jenis sabu seberat 0,1 gr. Tertangkapnya PM ini karena adanya laporan dari masyarakat,” ujar Kapolres Bengkulu Selatan AKBP Ordiva, S,IK melalui Kasat Narkoba Polres Iptu Ahmad Khairuman, SE.

Dilanjutkan Kasat Narkoba, dari PM ini dilakukan pemeriksaan dan pengembangan sehingga diketahui bahwa barang haram terseut di dapat dari salah seorang warga luar Bengkulu Selatan yang berinisial FR.

“Dilakukan pengembangan, ternyata narkoba jenis sabu-sabu tersebut diapat dari luar Bengkulu Selatan dengan cara membeli,”papar Kasat.

Setelah adanya PM yang tertangkap oleh Sat Narkoba Polres Bengkulu Selatan, nasib sial yang sama juga dialami ND (25) warga jalan Sersan M.Taha Kelurahan Ketapang Besar Kecamatan Pasar Manna yang ditangkap oleh Sat Narkoba Polres BS di jalan Kapten Bukhari Kelurahan Gunung Mesir pada hari Jum’at (06/01) sekira pada pukul 15.00 wib ketika lagi nongkrong. Dari Keterangan ND, barang haram tersebut di dapat dari salah seorang berinisial VT.

“Pada hari Jum’at (06/01) sekira pada pukul 15.00 wib juga telah diamankan salah seorang pemakai narkoba jenis sabu-sabu dengan barang bukti seberat 0,1 gr. ND adalah warga Kelurahan Ketapang Besar,”beber kasat.

Dijelaskan Kasat Narkoba, kedua tersangka ini akan dijerat dengan pasal 112 undang-Undang nomor 35 Tahun 2009 dengan ancaman pidana penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 12 tahun atau denda paling sedikit Rp 800 juta dan paling besar Rp.8 Milyar.(SAR)