Manna, Bengkulu Selatan; Program Pemerintah dalam hal sekolah gratis nampaknya itu hanya berlaku sementara dan patut dipertanyakan bagi dunia pendidikan di Bengkulu Selatan, hal ini dibuktikan dengan adanya beberapa sekolah dibawah naungan Dinas Pendidikan Dan kebudayaan Kabupaten Bengkulu Selatan yang tetap saja “menodai” sekolah gratis tersebut.
Salah satunya SMP Negeri 11 Bengkulu Selatan yang dikepalai oleh Bahirman, S.pd berdasarkan rapat komite sekolah memutuskan untuk melakukan iuran sebesar Rp.70.000,- per Wali Murid.

“Iya memang benar adanya rapat komite sekolah bersama wali murid beberapa waktu yang telah lalu memutuskan untuk iuran sebesar Rp.70.000,- per wali murid. Dananya untuk pembuatan pagar sekolah, perbaikan pintu gerbang dan rehab lapangan Bola Volly dan Lapangan Basket,”ujar Bahirman ketika dijumpai di Dikbud Bengkulu Selatan (29/8) sekira pukul 11.00 wib oleh sejumlah awak media.

Bahirman Juga menjelaskan, uang iuran tersebut mungkin dinamakan uang bangunan sekolah. Dan uang tersebut dikumpulkan oleh komite Sekolah yang diketuai Novan Taupan untuk pembangunan yang telah disepakati.

“Uang itu dikumpulkan melalui salah seorang tenaga pengajar di SMP Negeri 11 dan setiap hari Jum’at Komite Sekolah mengambil uang tersebut. Uang iuran itu hanya untuk satu tahun pelajaran ini,”terang Bahirman yang ketika dikonfirmasi saat antrian menghadap Kepala Dinas Dikbud Bengkulu Selatan.

Ditambahkan Bahirman, jumlah wali murid sebanyak 240 orang namun yang dianggap mampu untuk membayar iuran tersebut sebanyak 230 orang.

Hal yang hampir serupa juga terjadi di SD Negeri 1 Bengkulu Selatan yang melakukan pungutan berupa iuran wajib sebesar Rp.25.000,- per murid setiap bulan. Hal ini diakui oleh salah seorang wali murid yang enggan namanya untuk dipublikasikan.

“Iya setiap bulan kita harus membayar iuran sebesar Rp.25.000,-. Itu berdasarkan hasil keputusan rapat wali murid bersama pihak sekolah dan komite,”ujarnya.

Dijelaskannya, untuk tahun pelajaran 2017/2018 ini memang sedikit ada kenaikan sebesar Rp.5000,- dibanding dengan tahun pelajaran sebelumnya sebesar Rp.20.000,- per siswa.

Mendapati Informasi tersebut wartawan online artharadio.com mencoba untuk menghubungi Kepala Sekolah SD Negeri 1 Bengkulu Selatan via Handphone untuk konfirmasi. Namun sangat disayangkan Kepala SD Negeri 1 Bengkulu Selatan saat ini masih dinas luar Kota dan baru akan pulang pada 31 Agutus mendatang. Sehingga untuk kejelasan tentang penggunaan dana iuran wajib bagi murid sebesar Rp.25.000,- setiap bulan tersebut belum didapati.

Terkait hal ini, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kebupaten Bengkulu Selatan Novianto, S.Sos ketika dikonfirmasi via Handphone dengan tegas mengatakan bahwa iuran tersebut tidak dibenarkan.

“Saya sudah mendapat informasi tersebut dan saat ini (29/8) pihak sekolah yang telah melalukan pemungutan iuran tersebut dalam pemanggilan Dinas Dikbud untuk klarifikasi apa yang menjadi penyebab sehingga timbulnya iuran yang dinilai memberatkan wali murid, sementara sekarang ini Sekolah “GRATIS”,”demikian Novianto.(SAR)