Yusri Dinuth adalah seorang dokter yang pandai menyanyi. Kemampuannya berolah vokal membuat dirinya tercatat sebagai jebolan The Voice Indonesia Team Sherina. Setelah rampung mengikuti ajang pencarian bakat tersebut Yusri Dinuth lalu merilis sebuah EP (mini album) dengan tajuk “Music as a Healing” pada bulan April tahun 2015 dengan lagu “Operasi Hati” sebagai single pertama. Kini, pasca enam bulan merilis single pertama, Yusri kembali merilis single berikutnya yang berjudul “Selalu Bersamamu”. Lagu yang ditulis oleh Andre Dinuth yang juga paman dari Yusri ini menceritakan tentang sepasang kekasih yang sudah mantap memutuskan untuk menikah dan berjanji akan selalu bersama sampai kapanpun. Yusri berharap lagu ini dapat mewakili perasaan banyak pasangan yang tengah menuju pernikahan dan menjadikan lagu tersebut sebagai soundtrack perjalanan cinta mereka selamanya.

Yusri-Dinuth-seorang-dokter

Secara keseluruhan EP ber-genre pop jazz ini memuat enam lagu dengan tema dan musik yang easy listening. Satu keunikan akan didapat dari “Music As a Healing” jika didengarkan secara menyeluruh dimana EP ini sama sekali tidak berisikan lagu galau atau lirik dengan tema patah hati, termasuk single “Selalu Bersamamu’. Meski memiliki tempo lambat dengan nuansa balada namun lagu ini terasa jelas menyiratkan optimisme dan kebahagiaan dalam sebuah hubungan. Hal ini sengaja dilakukan oleh sang dokter dengan harapan “Music As a Healing” bisa menjadi moodbooster bagi banyak orang, menjadi “music box” yang selalu bisa menceriakan suasana hati.

Sebagai seorang dokter Yusri sangat yakin bahwa musik yang tepat dan diinginkan oleh si pasien akan banyak membantu dalam proses penyembuhan dari sakit yang dideritanya. Atas dasar keyaninan itulah ia lantas bertekad untuk mengaplikasikannya dalam sebuah karya berbentuk mini album. selama ini orang sakit apalagi pasien dirumah sakit justru jauh dari musik dalam proses penyembuhannya karna banyak yang masih menganggap musik yang didengar justru dapat menggangu saat istirahat pasien” Ujar Yusri Dinuth mengenai hal tersebut. “Sedangkan fakta medis yang sebenarnya justru musik yang tepat akan sangat membantu kondisi psikis seseorang menjadi lebih tenang dan itu bisa membantu mempercepat proses penyembuhan, bahkan bisa mengurangi rasa nyeri karena kondisi rileks yang ditimbulkan dari efek mendengarkan musik tersebut” lanjutnya.

Penggarapan EP “Music As a Healing” ini sendiri memakan waktu kurang lebih sekitar 2 tahun. Ini disebabkan oleh karena Yusri Dinuth harus menjalankan proses produksi sembari tetap beraktivitas sebagai dokter umum di Yogyakarta. Menggandeng Matthew Sayersz sebagai Produser dan Music director, pengerjaan seluruh materi musik “Music As a Healing” dilakukan di Jakarta dengan mengikutsertakan sejumlah musisi muda berbakat tanah air dalam pengerjaannya seperti; Matthew Sayersz, Echa Sumantri, Shadu Rasjidi dan Andre Dinuth. Yusri sendiri merekam vokal untuk seluruh track di Yogyakarta dan setelah itu proses mastering dilakukan di Nashville, Amerika Serikat. Hal ini dilakukan karena selain ingin menghasilkan karya yang istimewa juga untuk mensiasati kondisi kesibukan Yusri Dinuth yang kadang tidak bisa meninggalkan kewajiban terhadap pasien-pasiennya. Selain sebuah mini album, kecintaan Yusri Dinuth pada musik dan dunia medis telah ia aplikasikan setahun belakangan ini dalam program on air di sebuah radio ternama di Yogyakarta. Program acara yang membahas soal kesehatan dalam tolak ukur dan cara pandang dokter muda ini juga banyak membahas hal-hal medis dan kaitannya dengan musik. Yusri juga rajin menyambangi sejumlah klinik dan rumah sakit untuk bernyanyi menghibur pasien saat mereka tengah mengantri menunggu giliran masuk ke ruang konsultasi dokter dan pemeriksaan.