Seluma – Uji petik atau ukur ulang lahan di PTPN VII Seluma dengan warga Pring baru, Kecamatan Talo Kecil Kabupaten Seluma berujung ricuh. Sampai sekarang ini warga pering baru tetap mempermasalahkan atau mempertahankan hak-hak warga yang ada di Pring Baru seluas 107,9 hektar.

Tanggal 11,12,13 juni 2012  telah di lakukan pengukuran kembali oleh PTPN VII Seluma, warga Pring Baru dan BPN (Badan Pertahanan Nasional) Kabupaten Seluma.

Akan tetapi pengukuran lahan atau uji petik di lapangan berujung ricuh. Ukur ulang lahan berjalan lamban karena tidak di temukannya kesepekatan batas lahan, dalam uji petik itu di temukan hampi seratusan hektare   lahan HGU baru milik PTPN VII Seluma. Puluhan warga pering baru  Pemilik Sertifikat  (SKT) bersama BPN Seluma mengadakan pengukuran ulang   lahan yang di duga telah di serobot oleh PTPN. Hasil uji petik di lapangan ratusan hektar lahan warga sudah tumpang tindih dengan lahan PTPN 7, kepala seksi pengukuran BPN Seluma,  Simanjuntak mengatakan,  banyak lahan yang dimiliki penduduk menjad tumpang tindih  dengan milik PTPN VII Seluma.

“akan di usahanakan lagi, baru di sosialisasikan antara PTPN VII Seluma dengan masyarakat , agar tidak ada yang sedikit tumpang tindih lagi. Atau nanti ada kesepakatan antara warga dan PTPN VII.

BPN akan melakukan uji petik pada lahan yang bersertifikat dan SKT, sementara itu Tahardin salah satu pemilik lahan bersertifikat mengatakan lahan penduduk sudah menjadi lahan PTPN VII Seluma.

“ini tahapan Gelar Kasus, dengan  kasus itu harus selesai  agar tahap-tahapnya dan  pembahasanya bisa berjalan” ujarnya.

Uji petik atau ukur ulang lahan diamankan aparat bersenjata di duga ratusan hektar lahan bersertifikat dan SKT itu sudah tumpang tindih. Kasus PTPN VII dan Warga sekitar teah berlangsung lama, pada tanggal 23 juni 2010 telah terjadi penangkapan puluhan  warga pemiik lahan yang bersetripikat di lakukan oleh pihak PTPN VII Seluma, yang di tahan 3,5 bulan.

by (heri Artha)

incoming search terms:

  • HGU PTPN7 PERING BARU TALO
  • Ptpn 7 pering baru memanas

LEAVE A REPLY