Bengkulu, Bengkulu Selatan – Besarnya bantuan yang dikucurkan pemerintah pusat, membuat pihak sekolah melakukan pemotongan padahal Bantuan yang dikhususkan untuk murid Sekolah Luar Biasa (SLB), hal ini diprotes oleh wali murid.

Sukarto merupakan wali murid dan pensiunan dari guru SLB Manna ini mengatakan “Bantuan itu peruntukannya buat seluruh siswa SLB bukan untuk kepentingan sekolah”

Sukarto juga menjelaskan, pada tahun 2015 lalu, jumlah siswa yang mendapat bantuan ada 150 siswa dengan besaran Rp 1.150.000 per siswa pertahun. kemudian ditahun 2016 ini, ada 111 siswa yang mendapat bantuan, masing-masing siswa menerima Rp 1.480.000 pertahun. Sehingga ditahun 2016 ini jumlah bantuan dana dari luar untuk bantuan siswa ditahun 2016 ini totalnya Rp 164,280 juta. Lalu oleh pihak sekolah, dana tersebut dipotong hingga masing-masing siswa hanya menerima uang bantuan rata-rata kurang dari Rp 500.000 per siswa.

“adapun besaran pemotongan yang dilakukan pihak sekolah kisaran 250.000 sampai 400.000,” ujarnya.

Dijelaskan Sukarto, adapun rincian pemotongan tersebut yakni Rp 11.100.000 untuk gaji guru honorer sebanyak 8 orang, dengan ketentuan masing-masing siswa dipotong Rp 100 ribu. Kemudian Untuk pembelian pakaian sebesar Rp 72.000.000 dengan rincian beli baju Rp 200 ribu persiswa, beli sepatu Rp 300 ribu persiswa dan beli tas Rp 150 ribu persiswa.

“Untuk beli baju, tas dan sepatu ini, kok harus setiap tahun, padahal belum tentu pakaian, tas dan sepatu mereka sudah rusak dalam satu tahun, tapi ini sepertinya wajib dibeli,” imbuhnya.

Sementara itu, kepala SLB BS, Mangku Raharjo Spd membenarkan adanya pemotongan tersebut ia beralasan bahwa uang yang dipotong dari bentuan untuk siswa tersebut digunakan untuk membayar gaji guru honor.

“Sebenarnya itu bukan potongan, tapi untuk pakaian, sepatu dan tas, kami hanya menerima barang saja, bukan lagi uang, sedangkan untuk guru honor, memang kami ambilkan dari dana bantuan itu sebagian, sebab guru honor di SLB banyak dan tidak cukup kalau dari dana BOS semua,”tutup mangku. (dc/sar)