Manna, Bengkulu Selatan – Dari proses penyidikan yang dilakukan BNNP Bengkulu, pada Rabu siang kemarin (25/01) penydik BNNP Bengkulu kembali menetapkan satu orang tersangka kembali, yakni Aiptu SR oknum anggota polisi yang bertugas di BNNP Bengkulu.

Hal ini disampaikan Kepala BNNP Bengkulu kepada sejumlah awak media, Kombes Benny Setiawan mengatakan, sebelumnya SR sudah diperiksa sebagai saksi bersamaan dengan 4 orang tersangka lainnya.

“Dari hasil pemeriksaan penyidik, diketahui bahwa SR sebagai penyedia narkoba yang kemudian sengaja di timggalkan di ruang kerja Bupati Bengkulu Selatan,”terang Benny.

Dijelaskan Benny, saat ini BNNP Bengkulu terus bekerja untuk mengungkap siapa otak pelaku semua ini. Dengan ditetapkannya SR sebagai tersangka, maka total tersangka saat ini berjumlah 5 orang yakni, RE, AM, DF, MA dan SR.

“BNNP Bengkulu terus akan memeriksa saksi-saksi lainnya, dan tidak menutup kemungkinan akan ada tersangka baru,”tegas Benny.

Hingga Rabu sore kemarin (25/01) mantan Sekda Bengkulu Selatan RS masih dalam pemeriksaan penyidik BNNP Bengkulu. Diketahui RS diperiksa secara estafet mulai dari selasa pagi (24/01) hingga Rabu sore kemarin. RS menjalani pemeriksaan sebagai saksi.

Ditambahkan Benny, untuk tersangka RE pada hari Rabu (25/01) pagi kemarin diterbangkan ke BNN Pusat, karena kasus tersebut sudah dilimpahkan ke BNN Pusat.

“Tersangka RE kasusnya dilimpahkan ke BNN Pusat karena kasus temuan narkoba diruang kerja Bupati Bengkulu Selatan pada 10 Mei 2016 yang lalu merupakan kasus Nasional,”papar Benny.(SAR)