PROGRESKEPAHIANG.com – Hingga saat ini bangunan gedung di Desa Air Sempiang Kecamatan Kabawetan belum kunjung jelas. Bangunan bertipe 350 yang dibangun dengan anggaran DAU seniai Rp 1.273.086.000 itu masih dicari kejelasan statusnya oleh Pansus II DPRD Kepahiang.

“Sangat disayangkan bangunan semegah ini terbengkalai dan hanya jadi sarang ‘hantu’ saja. Ini juga harus dicari kejelasan statusnya,” ungkap Ketua Pansus II Ahmad Rizal, Rabu (1/2/2017) saat meninjau kondisi gedung tersebut.

Gedung yang dibangun pada 2013 itu pernah menjadi sorotan DPRD Kepahiang pada tahun 2014. Saat itu, Edwar Samsi selaku Ketua Komisi III bersama Ahmad Rizal mendapati bangunan itu belum lama tuntas dibangun.

Bangunan Desa Air Sempiang
Ahmad Rizal dan Edwar Samsi saat melihat gedung bertipe 350 di Air Sempiang pada 3 Maret 2014 | Foto: Dok. PROGRES KEPAHIANG
Komisi III DPRD saat itu bahkan sudah melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Dinas PU. Ketika itu Dinas PU menyebutkan bangunan itu akan dijadikan banguna tukar guling dengan Pemprov Bengkulu yakni SMK-SPP Bengkulu di Kelobak.

Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kepahiang sata itu pun juga mengaku tak pernah meloloskan anggaran untuk membangun gedung tersebut.

Berdasarkan papan merek yang tertera ketika itu, pembangunannya dibangun oleh CV Lapindo Group dengan konsultan pengawas CV. Utaka Essa. Gedung ini dikerjakan dengan dana senilai Rp 1.273.086.000 yang bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU) tahun 2013.(pid)