Bengkulu Selatan, Bengkulu- Penambangan pasir ilegal kembali marak terjadi diwilaya dalam Kabupaten Bengkulu Selatan, kali ini Polres Bengkulu Selatan berhasil amankan empat warga dari Kecamatan Air Nipis Kabupaten Bengkulu Selatan yakni Yu (26) warga desa Sukarami, Di (41) warga desa Keban Jati, Su (41) warga desa Pagar Batu desa Durian Seginim dan Ed (39) warga desa Sukanegri. Diamankannya warga tersebut (14/7) kemaren.
Kapolres BS, AKBP Napitupulu Yogi Yusup S.Ik melalui Kasat Reskrim Iptu Rizqi Akbar. Dijelaskan Kasat, saat ini telah diamankan keempat pelaku pencurian pasir secara ilegal dan empat mobil Pick Up jenis L 300 bermuatan pasir dan 7 buah skop sebagai alat pengambil pasir. Sebelumnya aparat sudah melakukan tegoran terhadap warga. Untuk tidak melakukan penambangan pasir di tempat kejadian, sebab tak ada izin resmi, namun apa yang hendak dikata warga tetap melakukan aktivitasnya yaitu melakukan penambangan pasir. Dan pada akhirnya ( 14/7) kemarin sekira pukul 15.00 WIB, keempat warga kita amankan guna menjalani proses tidak lanjut mempertanggungjawabkan perbuatan tersebut,’’ujarnya.
“Kita akui bahwa sudah diamankan empat pelaku pencurian pasir secara ilegal, serta diamankannya empat unit mobil Pick Up jenis L 300, 7 buah skop sebagai alat pengambilan pasir. Barang tersebut saat ini diamankan di polres BS, saat pelaku berada di Tempat Kejadian (TKP) di penambangan pasir aliran sungai Bengkenang Kecamatan Air Nipis. Versi keempat pelaku, hasil pengambilan pasir digunakan untuk di jual,’’terangnya.
Lanjut Rizqi, saat diamankan mobil bermuatan pasir, mobil digunakan Yu, Su, Ed masing – masing bermuatan 3,5 kubik. Sementara mobil Di baru bermuatan 0,5 kubik. Kegiatan yang dilakukan Yu, Su, Ed sudah berjalan selama tuju bulan. Sedangkan Di baru pertama kali. Namun yang pastinya keempat warga sudah melakukan tindakan pencurian penambangan pasir secara ilegal tetap akan dikenakan sanksi pasal 158 UU No 4 Tahun 2009 mengatur penambangan mineral dan batu bara dengan ancaman maskimal 10 tahun penjara dan denda 10 miliar. Saat ini proses penindakan tetap jalan, jika dimungkinkan sebagaimana diatur pasal tersebut, keempat pelaku bisa dijadikan tersangka,’’pungkas Rizqi.(dc)