Manna, Bengkulu Selatan; Kejaksaan Negeri Bengkulu Selatan tidak main-main dan pandangbulu dalam hal pemberantasan korupsi di wilayah kabupaten Bengkulu Selatan.

Hal ini dibuktikan dengan ditahannya 3 orang tersangka dugaan korupsi dana kegiatan optimasi lahan pada Dinas Pertanian Bengkulu Selatan tahun anggaran 2015 oleh Penyidik Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Bengkulu Selatan kemarin (30/05). Dan hari ini (31/05) P21 kasus dugaan Korupsi Dana TP-PKK Tahun Anggaran 2012.

Kepala Kejaksaan Negeri Bengkulu Selatan Rohayatie, SH, MH didampingi Kasi Intel Gusmilyansa, SH, melalui Kasi Pidsus Hasnul Fadli, SH mengatakan ketiga tersangka kasus dugaan korupsi dana kegiatan optimasi lahan ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) kelas II B jalan Pangeran Duayu.

Dijelaskan Husnul Fadli, ketiga tersangaka tersebut adalah berinisial NM warga jalan tripkastalani kecamatan Pasar Manna, EM warga Kelurahan Tanjung Mulia Kecamatan Pasar Manna dan SS alias JF warga Kelurahan Gunung Ayu Kecamatan Kota Manna.

“3 orang tersangka kasus dugaan korupsi optimasi lahan tersebut di tahan guna kepentingan penyelidikan. Saat ini ketiganya dititipkan pada rutan kelas II B Manna Bengkulu Selatan,”ujar Hasnul Fadli.

Data terhimpun, Kasus ini berasal dari adanya kegiatan pekerjaan Pengembangan Optimasi Lahan di Kabupaten Bengkulu Selatan pada Satker Dinas Pertanian Provinsi Bengkulu dengan dana sebesar Rp. 720.000.000,- yang bersumber dari dana TP APBN Tahun Anggaran 2015.

Jaksa menyebut kerugian negara untuk sementara Rp 190.850.000,- yang dilakukan oleh ketiga tersangka dengan cara markup harga pupuk dan membuat nota ataupun kwitansi yang tidak sesuai dengan fakta.

Bukan hanya itu, hari ini (31/05) Tim Penyidik Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Bengkulu Selatan melakukan tahap II (P21) terhadap kasus dugaan korupsi dalam penggunaan dana pada Tim Penggerak PKK Kabupaten Bengkulu Selatan.

“hari ini P 21 kasus dana PKK Bengkulu Selatan dan baru 2 orang tersangka yang dinyatakan sudah memenuhi ataupun cukup alat bukti untuk ditingkatkan pada proses hukum berikutnya. Kemungkinan keduanya juga akan ditahan,”terang Husnul Fadli.

Dugaan Kasus Korupsi dana PKK Kabupaten Bengkulu Selatan menyeret tersangaka mantan Kepala BPP-KB yang berinisial Ir.M dan bendahara berinisial SN.

“Dari pagu anggaran tahun 2012 dana TP-PKK sebesar Rp.423 Juta dan diduga telah terjadi kerugian Negara sebesar Rp.370 Juta pada kegiatan TP-PKK tersebut. Dan memang kasus ini sudah lama namun tersangkanya ditetapkan pada tanggal 9 Desember 2016 yang lalu,”pungkas Husnul Fadli.(SAR)

incoming search terms:

  • kejari bengkulu