Manna, Bengkulu Selatan; De (16) pelajar di Bengkulu Selatan (BS) warga jalan Kolonel Berlian, Kota Manna merupakan tersangka pencetak upal, ketika dimintai keterangan menuturkan kegiatan mencetak uang palsu (upal) tersebut dilakukan pertama kali pada Juli 2015. Perbuatan itu dilakukan pada awalnya sekedar iseng. Namun setelah aksi pertama berhasil, akhirnya kembali mencetak upal. Hal ini diungkapkan Kapolres Bengkulu Selatan AKBP Ordiva, S.IK melalui Kasat Reskrim Iptu Risqi Akbar.

“Pelaku melakukan aksi edar upal, awalnya hanya iseng, namun setelah berhasil diberbelanjakan ke warung, cetak upal kembali,”ujar Rizqi.

Dijalskan Rizqi, banyaknya uang yang dicetak dari bulan Juli 2015 sebanyak Rp 2 juta. Yang tujuannya hanya belanja dan poya-poya. Sementara alat yang digunakan untuk cetak uang juga sangat sederhana, yakni hanya menggunakan printer Cannon MP 287 untuk mengkopikan uang asli pecahan Rp 100 ribu dan Rp 50 ribu. Uang itu dikopikan menggunakan kertas HVS 70 gram.

Pengendaran upal De ditemani oleh temannya yakni Fu (16) warga Desa Pagar Dewa, Kota Manna dengan membelanjakan di warung bergantian. Untuk kedua pelaku dikenakan pasal yang berbeda, pasal 36 ayat 1 UU nomor 36 tahun 2001 tentang mata uang dan diancam dengan ancaman 10 tahun penjara untuk De, sedangkan Fu dijerat dengan pasal 36 ayat 2 pada UU tersebut selaku pengedar dengan ancaman penjara 5 tahun.

Meskipun keduanya tersangka, keduanya tidak ditahan, sebab masih berstatus anak-anak. Namun keduanya tetap wajib hadir setiap Senin dan kamis untuk proses pemeriksaan,’’terang Kasat.

“Pencetak dan pengendar upal setatus pelajar sudah kita tetapkan tersangka, lantaran masih anak-anak, keduanya tidak ditahan,”kata Rizqi.

Dilanjutkan Kasat, untuk kasus upal yang dilakukan kalangan pelajar bisa dibilang langkah di BS. Untuk itu diharapkan pada masyarakat jangan iseng melakukan tindakan seperti yang dilakukan dua tersangka pengedaran dan pencetakan upal, karena akibatnya akan berurusan dengan hukum,’tutur Kasat.

Sekendar mengingat kejadian, dalam giat UKL berhasil mengamankan pelaku pengedar uang palsu (upal) berinisial Fu (16) pelajar BS, alamat Desa Pagar Dewa Kecamatan Kota Manna Kabupaten Bengkulu Selatan.

Pelaku diamankan pada hari Sabtu (12/11) sekira pukul 20.30 WIB. Saat berbelanja di salah satu warung jalan Letnan Sulik Padang Kapuk, pelaku ditangkap, lantaran menggunakan uang palsu pecahan Rp. 50.000 untuk membeli minuman kaleng. Penangkapan pelaku bermula pemilik warung curiga terhadap pelaku yang membelanjakan uang tersebut. Sehingga pemilik warung melalui rekannya melaporkan kejadian ini ke Polres Bengkulu Selatan.(SAR)