“SEBENARNYA tak ada pertanyaan yang tak ada jawabannya. Yang ada adalah pertanyaan yang kita tidak tahu jawabannya. Di situlah benarnya anjuran Rasulullah Saw agar kita menuntut ilmu sepanjang hayat,” ujar Abu Qubaisy membantah pendapat salah seorang murid yang mengatakan kadang kala ada pertanyaan yang tidak ada jawabannya.

“Bukankah Rasulullah sendiri pernah tidak bisa menjawab pertanyaan seorang Badwi mengenai keberadaan Allah?” Bantah murid tersebut.

“Rasanya Anda salah menangkap isi kisah tersebut. Marilah kita ulang kaji lagi kisah itu,” ajak Abu Qubaisy. Bukan saja kepada lawan bicaranya, tetapi kepada semua murid yang ada di serambi masjid di sekilingnya.

Suatu hari Rasulullah didatangi seorang Badwi yang masih amat sederhana dan lugu sikap dan ilmunya. “Ya Muhammad, Allah itu sebenarnya jauh atau dekat?” Tanya Badwi itu.

“Maksudmu bagaimana?” Rasul balik bertanya.

“Kalau Allah itu jauh aku akan berteriak memanggilnya. Tapi bila Dia dekat, aku akan memanggil dengan bisik-bisik saja,”

Mendengar ucapan itu Nabi pun terdiam. Beliau bingung. Bila dijawab Allah itu dekat, Badwi itu niscaya akan bertanya, mengapa tidak tampak. Bila dijawab Allah jauh, dia akan berbuat seenaknya. Karena daya intelektualnya masih sederhana. Ketika itulah turun ayat 186 dari Surat Al-Baqarah yang berbunyi,Z)an apabila hamba-hamba-Ku bertanya padamu tentang Aku, katakanlah Aku dekat, Kukabulkan orang yang bermohon apabila dia mohon pada-Ku. Maka hendaklah mereka penuhi segala perintah-Ku, dan hendaklah beriman pada-Ku agar senantiasa mereka berada di jalan yang benar.”

“Jadi pertanyaan Badwi itu tak ada jawabannya, bukan?” Tukas murid pertama itu.

“Di situlah salah tafsirmu. Jawaban itu memang tak ada pada Rasul, tetapi ada pada Allah. Boleh jadi Nabi pun sebenarnya tahu, tapi sengaja Allah membuat kisah itu demikian agar menjadi contoh bagi kita-kita ini. Jadi pendorong kita untuk terus belajar menemui jawaban bagi segala pertanyaan. Bukan saja pertanyaan dari orang lain, tetapi juga dari diri sendiri. Bukankah banyak pertanyaan yang justru datang dari diri sendiri?” Ujar Abu Qubaisy mengakhiri majelis taklim sore itu.

“Team Redaksi Artha “

LEAVE A REPLY