Manna, Bengkulu Selatan; Setelah adanya himbauan dari Kepala Dinas kependudukan dan Pencatatan Sipil (DUKCAPIL) Bengkulu Selatan Gunawan Suryadi, S.Sos kepada seluruh masyrakat Bengkulu Selatan yang belum melakukan perekaman Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP El) untuk segera lakukan perekaman data.

Gunawan,S.SosPerekaman data dapat dilakukan pada Kantor Camat masing-masing, khusus untuk warga Kecamatan, Kedurang, Kedurang Ilir, Bunga Mas tetap melakukan perekaman data di kantor Dinas DUKCAPIL Bengkulu Selatan karena 3 Kecamatan tersebut belum memiliki alat untuk perekaman data. Seperti yang telah disampaikan bahwa untuk saat ini perekaman data KTP El hingga tanggal 30 September 2016 dan pemberlakuan KTP non Elektronik hingga 30 Oktober 2016.

ketua-dprd-bincang-bincang-dengan-warga-saat-warga-ngurus-kk-800x500“Sampai saat ini, untuk 3 Kecamatan yang belum memiliki alat perekaman data tetap lakukan perekaman data di kantor Dinas DUKCAPIL,”ujar Gunawan.

Hasil Pantauan dikantor Dinas DUKCAPIL (20/9) bahwa ratusan masyarakat yang datang untuk melakukan perekaman data. Dan ini membuktikan bahwa masih banyaknya warga yang belum memiliki KTP EL.

Menurut Gunawan, Dinas DUKCAPIL telah menyampaikan daftar nama-nama warga yang belum melakukan perekaman data kepada Camat dan Lurah/Kades. Dengan demikian Camat melalui Lurah ataupun Kades dapat menyampaikan kepada warganya agar segera melakukan perekaman data di kantor camat masing-masing.

warga antri bikin ktp el_1389820133_n“Dinas DUKCAPIL telah menyampaikan daftar nama warga yang belum melakukan perekaman data kepada Camat, Lurah dan Kepala Desa (Kades). Bagi dikecamtannya sudah ada alat perekaman silahkan lakukan perekaman di kecamatan dan yang kecamatannya belum ada alat perekam maka silahkan datang ke kantor Dinas DUKCAPIL,”terang Gunawan.

Disisi lain, Gunawan juga menghimbau kepada seluruh Kades ataupun Lurah kiranya dapat melaporkan warganya yang meninggal dunia agar dapat diterbitkan “AKTA KEMATIAN”nya.

“Akta kematian itu penting, sesuai dengan Perubahan Undang-undang nomor 24 tahun 2013 tentang Administrasi Kependudukan. Sementara ini yang paling banyak mengurus akta kematian hanya PNS saja,”terang Gunawan.

Padahal Akta kematian penting untuk keperluan pemutakhiran data kependudukan, Klaim asuransi, dan lain sebagainya,”sambung Gunawan.(SAR)