Manna, Bengkulu Selatan ; Terkait akan dikuranginya lahan cetak sawah oleh Dinas Pertanian Bengkulu Selatan hingga 50 hektare, hal ini menuai kecaman keras dari Bupati Bengkulu Selatan.

Hal ini disampaikannya saat memberikan kata sambutan Peletakan Batu Pertama Pembangunan Perumahan Khusus Nelayan di Desa Tanggo Raso. Beberapa waktu yang lalu.

Dikatakan Dirwan Mahmud, pada 2017, Dinas Pertanian mendapatkan Kucuran Dana dari APBN untuk program cetak sawah seluas 500 hektar. Akan tetapi Ia sangat menyayangkan apabila rencana Kadis Pertanian untuk mengurangi lahan cetak sawah tersebut, apa lagi membatalkan.

Bupati Bengkulu Selatan H.Dirwan Mahmud, SH ketika sampaikan sambutan pada acara peletakan batu pertama pembangunan perumahan nelayan di Desa Tanggo Raso Pino Raya

“Tidak bisa dikurangi lagi cetak sawah ini, kontraknya sudah selesai. Sebanyak 500 hektar cetak sawah itu anggaran dananya dari APBN. Dananya itu sudah siap dan harus dilaksanakan, tidak ada lagi alasan dan harus terlaksana,” ujar Dirwan.

Program cetak sawah ini merupakan program nasional untuk menambah jumlah sawah yang nantinya berdampak dengan meningkatkan produksi swasembada beras.

“Kenapa cetak sawah ini harus dikurangi, sumber air memungkinkan kenapa harus dikurangi. Mana Kepala Dinas Pertanian, hadir tidak, akan kita evaluasi Kadistan nanti. Kalau tidak becus kerja siap-siap mundur dari jabatannya, ini menjadi catatan saya,” tegas Dirwan.

Subarto, Kepala Desa Keban Jati Kecamatan Ulu Manna

Sementara itu, 3 Kepala Desa siap mendukung Bupati Bengkulu Selatan untuk mensukseskan rencana pemerintah dalam program cetak sawah di Bengkulu Selatan seluas 500 hektare.

Subarto Kepala Desa Keban Jati Kecamatan Ulu Manna yang didampingi kedua rekannya Wardin Kepala Desa Gunung Ayu Kecamatan Seginim dan Nasuslanto Kepala Desa Muara III Ilir Kecamatan Kedurang, ketika dijumpai awak media mengatakan, kemarin Kamis (9/2/2017) kami kembali menggelar rapat di Provinsi Bengkulu bersama Kadis Pertanian Bengkulu Selatan (Kadistan),pihak Dinas PU Bengkulu Selatan serta Danrem Bengkulu dan Dandim Bengkulu Selatan, untuk membahas masalah cetak sawah yang rencananya akan dibatalkan dan dikurangi oleh Kadistan Bengkulu Selatan,lalu dalam rapat tersebut belum juga ada Kesimpulan dan keputusannya dari Kadistan Bengkulu Selatan.

Kepala Desa Keban Jati Subarto ketika melakukan survey untuk lahan cetak sawah bersama Kapt.Johan, Dandim 0408 BS Let.Kol Inf. Riki BM Simarmata, serta Kabid Sarpras Distan BS Sri Hartati, SP

“pada saat rapat itu Kemarin Kadistan masih mau mempertahankan pembangunan irigasi yang harus di dahulukan, karena apaupun alasannya sawah itu butuh air, namun apabila cetak sawah dan pembangunan irigasi bisa berjalan dengan berbarengan, maka bisa selesai dalam waktu yang bersamaan, intinya belum ada kesimpulan dalam rapat kemarin, ”terang Subarto.

Dijelaskan Subarto, saya yang mewakili dari 3 desa yang lahanya akan di buat untuk cetak sawah sangat mendukung Bupati Bengkulu selatan untuk melakukan evaluasi terhadap Kadistan Bengkulu Selatan.

“Semua instansi yang terkait dengan program cetak sawah di Bengkulu Selatan sudah siap, hanya saja Kepala Dinas Pertanian Bengkulu Selatan Darmawansyah, SE yang plan plin tidak jelas, apakah akan dilaksanakan atau tidak,”ucap Subarto.(SAR)

incoming search terms:

  • asal ulu manna