Manna, Bengkulu Selatan; Program untuk meningkatkan pembangunan dan pertumbuhan serta peningkatan pendapatan Desa, Pemerintah mengucurkan Dana Desa (DD). Hingga saat ini beberapa Desa mulai mengacu pada Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang akan dibangun guna meningkatkan pendapatan asli Desa.

Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan Bengkulu Selatan Ir.H.Junior Hafis melalui Kabid Perindustrian perdagangan Usaha Kecil dan Menengah Dias Dado, M.Si mengatakan untk saat ini perkembangan , peningkatan dan pengolahan BUMDes masih belum maksimal. Namun dari sisi lain peran BUMDes sangat penting untuk pendapatan Desa.

Terkait hal ini, Dinas Koperindag Bengkulu Selatan siap untuk memfasilitasi dan memberikan pengarahan tentang tata cara pengolahan BUMDes yang tepat, tyerlebih lagi dengan dana yang dikucurkan pemerintah.

“Ia manfaat BUMDes sangat banyak, lantaran mengacu percepatan pertumbuhan ekonomi desa. Serta pendapatan di desa. Saat ini diakui penghasilan desa hanya dilihat dari hasil dari sewa pakai kursi, tenda. Yang pastinya pendapatan perbulan tidak seberapa. Untuk mencapai pendapatan yang besar bisa mengembangkan usaha industri rumah tangga baik kerajinan ataupun mengembangkan koperasi. Program pencapaian peningkatan BUMDes tidak terlepas adanya pemaparan yang baik, salah satu cara dengan adanya instruktur,’’ujar Diaz.

Diaz menerangkan, dalam proses pembentukan BUMDes, terdapat beberapa syarat yang harus dilakukan. Adanya proses pembentukan dilakukan bukan untuk mempersulit, melainkan semata-mata untuk menjaga kualitas dan akuntabilitas dari BUMDes.

“Ada empat tahapan yang harus dimiliki dalam kembangkan BUMDes yaitu musyawarah untuk menghasilkan kesepakatan, perumusan kesepakatan bersama BUMDes, pengusulan materi kesepakatan sebagai draf peraturan desa, dan penerbitan peraturan desa,”kata Diaz.

Sementara itu, untuk jenis usaha yang dapat dikembangkan melalui BUMDes, contonya usaha bisnis sosial melalui usaha air minum desa, lumbung pangan, usaha bisnis penyewaan melalui usaha alat transportasi, perkakas pesta, gedung pertemuan, rumah toko dan tanah milik BUMDes.

BUMDes pentingnya diperdalam lagi karena menyangkut akuntabilitas dari BUMDes dan kepercayaan masyarakat kepada BUMDes. Beberapa partisipasi juga mengharapkan adanya peninjauan kembali proporsi pembagian SHU, dimana Dusun yang bersentuhan langsung dengan masyarakat hanya mendapat sedikit dari bagian SHU.(SAR)