Bengkulu Selatan, Bengkulu; SMA Negeri 2 Bengkulu Selatan merupakan salah satu sekolah yang mempunyai siswa hingga 850 orang. Dengan demikian banyak kegiatan siswa yang tidak bisa didanai dengan anggaran sekolah, namun solusi yang diberikan adalah dengan bermusyawarah kepada seluruh wali murid kelas X dan komite sekolah mewakili wali murid kelas XI dan XII yang telah dilaksanakan pada tanggal 16 Juli yang lalu dengan menghasilkan keputusan rapat masing-masing siswa memberikan sumbangan sekolah untuk Organisasi Siswa Intra Sekolah (Osis) sebesar Rp.100 ribu dan untuk program SMANDA (sebutan untuk SMAN 2) berbagi sebesar Rp.50 ribu hingga total nya Rp.150 ribu untuk satu tahun pelajaran. Hal ini di sampaikan Kepala Sekolah (Kepsek) SMA Negeri 2 Bengkulu Selatan Tarman Haryadi, M.Pd didampingi wakil kepala sekolah bidang kesiswaan Seno, Ketua umum Osis Idho Anugerah Al Kholik dan ketua harian osis Wahyu Hayatullah di ruang tamu Kepsek Smanda.

osisMenurut Idho, Osis mengusulkan kepada forum rapat wali murid dan komite untuk penganggaran kegiatan osis karena dana komite sekolah sudah dihapuskan sesaui dengan kebijakan Bupati Bengkulu Selatan. Namun disisi lain para siswa Smanda ini banyak kegiatan yang mengacu pada kreatifitas siswa.

“Kami (osis) mengusulkan kepada forum rapat untuk memberikan solusi agar kegiatan osis ini bisa berjalan sesuai dengan harapan,”ujar Idho yang diamini oleh Wahyu.
Kepsek Smanda Tarman Haryadi, M.Pd membenarkan adanya usulan tersebut sehingga dalam forum rapat di sepakati oleh 300 lebih wali murid untuk mengumpulkan dana secara swadaya sebesar Rp.150 ribu per siswa untuk dana osis dan program smanda berbagi.

smanda“Sekolah tidak serta merta mengambil keputusan untuk sumbangan tersebut tanpa ada persetujuan dari wali murid dan komite. Semua yang hadir ketika rapat tersebut menyetujui untuk satu tahun pelajaran ini memberika sumbangan sebesar Rp.150 ribu,”terang Tarman.

Dilanjutkan Kepsek, uang osis ini, murni untuk osis, karena yang menagih itu pengurus osis melalui pengurus kelas dan di masukan kerekening osis untuk kegiatan osis. Sementara untuk program Smanda berbagi di kumpulkan melalui panitia sekolah yang gunanya untuk membeli hewan kurban pada idul adha tahun ini.

smanda bs“Dalam sumbangan ini tidak dipaksakan, bagi siswa yang kurang mampu boleh untuk tidak memberikan sumbangan. Begitu juga untuk Smanda berbagi. Untuk siswa yang non muslim tidak diwajibkan untuk menyumbang,”ujar Tarman.

Tarman juga mengklaim hingga saat ini tidak ada gejolak diantara siswa dan wali murid terkait soal swadaya yang dilakukan. Ini dibuktikan dengan 700 orang lebih siswa yang sudah mengumpulkan dana tersebut.

“Dana osis yang dikumpulkan untuk kepentingan siswa itu sendiri selama satu tahun pelajaran ini. Kegiatan yang dilaksanakan sebenarnya sudah banyak sewaktu menjelag HUT RI 71 kemarin. Diantaranya lomba panjat pinang, Tarik tambang, lari karung, dan lain-lain,”tutur Tarman yang disetujui oleh pengurus osis dan Wakepsek Seno.

sumitro-SH

Salah seorang wali murid Sumitro, SH ketika dihubungi via telpon mengatakan, pada saat pertemuan di Smanda 16 Juli yang lalu semua wali murid mendengarkan pemaparan dari pihak sekolah terkait dengan program-program terobosan baru yang dilaksanakan sekolah Karena Smanda menjadi sekolah “Rujukan” di Bengkulu Selatan.

“Tidak satu orang pun wali murid yang menyatakan tidak setuju dan bahkan setiap wali murid mendukung secara penuh terhadap seluruh program sekolah baik itu secara materi maupun non materi. Intinya secara aklamasi seluruh wali murid menyetujui untuk memberikan sumbangan sebesar Rp.150 ribu per siswa,”tegas Sumitro.

Sementara Ketua Komite Hadiar Saito ketika di hubungi via telpon membenarkan adanya pertemuan antara pihak sekolah, wali murid dan komite pada tanggal 16 Juli tersebut.(SAR)