Bengkulu Selatan, Bengkulu; Setelah melakukan mutasi untuk guru dan kepala Sekolah yang dinilai masih acak-acakan oleh berbagai kalangan. Kini timbul persoalan baru bagi dunia pendidikan di Bengkulu Selatan yang diduga ada beberapa sekolah yang melakukan praktik jual beli bangku sekolah.
Menyikapi hal ini Wakil Bupati Bengkulu Selatan Gusnan Mulyadi, SE, MM mengatakan sudah mendengar adanya pemasakahan tersebut dari berbagai pihak, namun sangat disayangkan Wabup belum bisa untuk mengungkap secara detai permainan oknum disekolah.
“Saya mendengar dari berbagai sumber bahwa pada saat penerimaan peserta didik baru tahun ajaran 2016/2017 yang lalu diduga ada beberapa sekolah yang melakukan praktik jual beli bangku sekolah kepada calon siswa baru. Modusnya siswa yang tidak lulus seleksi saat akan mencabut berkas ditawarkan solusi dengan membeli bangku sekolah agar tetap diterima disekolah tersebut,”ujar Gusnan.
Ditambahkan Wabup sebelumnya, Dinas Dikpora bersama Wabup telah memutuskan untuk melakukan pengurangan jumlah siswa sebanyak satu kelas khusus untuk beberapa sekolah favorit tingkat SMP dan SMA. Ini betujuan untuk memberikan kesempatan kepada sekolah lain untuk mendapatkan murid.
“Sebelumnya memang ada sekolah di Kecamatan Pino raya yang berkoordinasi dengan saya (wabup-red) melalui telpon untuk meminta tambahan kuota dengan alasan untuk menampung siswa yang datang dari Kabupaten tetangga seperti dari Kab. Seluma dan Kaur. Untuk diketahui hanya satu sekolah yang koordinasi dengan saya,”jelas Wabup.
Selanjutnya bila ada sekolah yanaga menerima lebih dari kesepakataana bersama, terlebih bila menerima murid dengancara jual beli bangku sekolah, jelas itu termasuk kategori pungutan liar (pungli) atau sogok menyogok. Dan bila mana ini terbukti jelas ini tindak pidana. Makanya saya menghimbau kepada oknum atau calo agar segera mengembalikan uang hasil jual beli bangku tersebut kepada yang bersangkutan,”tegas Wabup.
Wabup sangat menyayangkan bila memang terbukti adanya praktik jual beli bangku sekolah di dunia pendidikan Bengkulu Selatan maka akan memerintahkan Dinas Dikpora untuk melakukan evaluasi terhadap PPDB tahun ajaran 2016/2017 yang belum lama ini dilaksanakan.(SAR)