Bengkulu Selatan, Bengkulu; Lahan perkebunan warga yang menjadi sorotan Pemda Bengkulu Selatan (BS) terhadap PT Agro Bengkulu Selatan (ABS) yang bertempat di Kecamatan Pino Raya hampir menemukan titik akhir. Namun pasca pertemuan warga, PT ABS, Pemda BS belum membuahkan hasil. Dan minggu depan Pemda BS menuntut PT ABS dapat selesaikan tentang tuntutan warga atas lahan yang sudah digusur. Rapat bertempat di lantai II Pemda BS, kemarin (9/8). Dihadiri Wakil Bupati (Wabup) Gusnan Mulyadi, SE, MM, Kapolres BS AKBP Napitupulu Yogi Yusuf, SH, SIK, Manager PT ABS Utomo, petugas Badan Pertanahan Nasional (BPN) BS, Pejabat Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan warga.
Warga yang mempertanyakan soal lahan yang sudah digusur oleh pihak PT ABS diantaranya yakni Turman mengatakan, tanah mulai digarapnya sejak tahun 2012, Rasikin, tanah dibelinya pada tahun 2005, Ransim tanahnya merupakan milik warisan orangtuanya, Riyadi, tanahnya dibeli tahun 2009, Dipan tanahnya dibeli 2008, Mulyadi tanahnya dibeli tahun 2015, Yuki tanahnya dibeli tahun 2014, Mardan tanahnya dibeli tahun 2008, Fauzan warisan orang tuanya tahun 1975 dan Ayub Susanto tanah dibelinya tahun 2015. Disamping itu masih banyak lagi warga yang mempermasalahkan soal tanah yang digusur PT ABS. Namun yang baru melapor secara jelas pada Pemda BS baru 13 orang. Sementara jumlah warga yang yang tanahnya digusur ada puluhan orang.
“Rata-rata warga yang mempunyai tanah adalah warga Desa Cinto Mandi Kecamatan Pino Raya begitu juga yang menjualnya. Lahan yang sudah digusur oleh PT ABS ada yang sudah dikebuni kopi, sawit dan ada juga ditanami durian, jengkol dan sebagainya. Setiap warga mempunyai lahan yang sedang dipermasalahkan seluas yakni 2 hektare hingga lebih,”ujar Haidin (40) warga desa setempat.
Wabup Gusnan Mulyadi, SE, MM saat memimpin rapat mengatakan, lahan yang diklaim milik warga minggu depan akan dituntaskan. Oleh sebab itu warga boleh memberikan informasi terkait lahan. Dan masalah ini tidak bisa gegabah semuanya akan dipelajari dulu. Setelah itu apa yang menjadi inti permasalahan ini nantinya dapat terungkap. Sehingga lahan diklaim milik warga oleh PT ABS akan menemukan titik terang.
“Minggu depan Pemda BS dan PT ABS harus selesaikan lahan yang sudah dianggap bermasalah. Karena kalau dibiarkan berlarut akan menjadi bahan perbincangan warga tentang lahan. Dan Kami himbau agar masalah ini jangan dibesarkan. Kalau memang terbukti milik warga silakan dipertahankan. Namun semuanya butuh proses untuk melihat siapa yang berhak menjadi pemilik lahan tersebut. Saat ditanya para warga ia mengatakan tanah miliknya dijual ke PT ABS tidak tahu kapan tanah dijual tiba-tiba sudah digusur. Tanah warga yang sudah digusur sudah dijual pada pihak PT ABS. Namun pemilik lahan tidak tahu kapan lahan itu dijual. Nanti akan kita datangkan para penjual lahan. Sehingga kedepan ada titik temu tentang lahan tersebut. Kita akan panggil Kades kenapa benang menjadi kusut ,”katanya.
Kapolres BS saat menhadiri pertemuan mengatakan, apa yang menjadi permaslahan warga dengan pihak PT ABS harus dihadapi dengan kepala dingin. Jangan sampai warga terpancing emosi semuanya dapat diselesaikan dengan baik. Namun kalau ada unsur pidana akan ditindak secara hukum. “Kami berharap agar masalah lahan jangan diributkan. Dan jang terpancing pada oknum yang tak bertanggungjawab yang menyelesaikan dengan jalan pintas. Semuanya dapat diatasi dengan kepala dingin. Dengan pertemuan ini kedepannya kita berharap agar lahan warga Desa Cinto Mandi dapat dipetakan sesuai dengan hasil cek lapangan. Masalah ini bukan masalah yang mudah diselesaikan. Namun perlu waktu dan bersabar untuk mengatasi apa yang sudah terjadi,”ujarnya.
Sementara Manager PT ABS Utomo mengatakan, bahwa perusahaan di Kabupaten BS merupakan pendatang. Dan tidak tahu lahan milik siapa. Namun sebelum memiliki lahan dari perusahaan sudah menhubungi Kepala Desa (Kades) Desa Cinto Mandi Neri Dasmania. Dan pihak prusahaan berdiri tentu sudah mendapat izin dari Pemda BS dan desa setempat. Setelah itu untuk perusahaan melakukan berbagai macam kegiatan dan melakukan sosialisasi. Perusahaan untuk memiliki lahan mempunyai tangan kanan yakni Hubungan Masyarakat (Humas) Desa yang sudah ditunjuk. Diantara Humas Desa yakni Sekertaris Desa (Sekdes) Hakimin, Aweng, Pi`i, Karman, Narman dan Samiim. “Ia sebelum membuka lahan warga kami sudah berkoordinasi dengan petugas desa yakni Kades. Dan kami pun menunjuk warga yang dijadikan sebagai penunjuk lokasi dan dapat kami terima sebagai lahan yanga akan digusur,”pungkasnya.(SAR)