Manna, Bengkulu Selatan; Terjadinya kekosongan obat Efilepsi (Lumia Tablet) di Puskesmas Desa Karang Endah Kecamatan Bunga Mas, yang dilaporkan salah seorang warga Sapidin (40) kepada Wakil Bupati Bengkulu Selatan Gusnan Mulyadi, SE, MM.

Terhadap laporan warga tersebut Wabup Gusnan langsung melakukan pengecekan kelapangan, alhasil didapati untuk pengadaan obat-obatan di Dinas Kesehatan Bengkulu Selatan ternyata ‘Amburadul” alias tidak berjalan sesuai dengan apa yang diharapkan.

“Sistem pengadaan obat Dinas Kesehatan amburadul, terutama obat Epilefsi yang tidak tersedia di masyarakat,” kata Gusnan.

Menurut keterangan pihak Dinas Kesehatan, ketiadaan obat tersebut karena proses pengadaan obat belum ada dan harus menunggu sampai bulan  Desember nanti. Namun, menurut Gusnan, pengadaan seharusnya sudah berjalan di awal tahun dengan menggunakan sistem ekatalog.

“Pengadaan barang dan jasa yang menggunakan ekatalog itu bukan untuk menghambat malah itu untuk mempercepat proses, akan tetapi orang yang melaksanakannya itu seperti rekan rekan di Dinas Kesehatan tersebut yang tidak beres dan perlu dipertanyakan, ” terang Wabup.

Gusnan meminta Dinas Kesehatan segera mencari solusi untuk mengadakan obat-obatan di puskesmas Bengkulu Selatan yang terjadi kekosongan.

“Dinas Kesehatan harus segera mencari solusi, Untuk apa anggaran pengadaan obat tersebut di tahan-tahan,” tegas Gusnan.(SAR)